Persija Buka Ruang Lebih Luas untuk Talenta Muda, Shin Tae-yong Dorong Regenerasi

Author: Redaksi Android62

Persija Jakarta kembali menegaskan jalur pembinaan pemain muda sebagai bagian penting dari skuad utama. Pada musim BRI Super League 2025/2026, klub ibu kota itu memberi debut kepada lima pemain muda sekaligus, sebuah langkah yang menunjukkan bahwa regenerasi masih menjadi prioritas nyata di tim Macan Kemayoran.

Kelima pemain tersebut adalah Arlyansyah Abdulmanan, Jehan Pahlevi, Figo Dennis, Dia Syayid, dan Hafizh Rizkianur. Kehadiran mereka menambah daftar panjang pemain binaan yang berhasil menembus tim senior Persija.

Minim menit bermain jadi perhatian utama

Shin Tae-yong menilai kesempatan bermain adalah kunci utama bagi perkembangan pemain muda di Indonesia. Ia menegaskan bahwa talenta muda tidak cukup hanya diasah lewat latihan, tetapi juga harus ditempa melalui pertandingan langsung.

Pelatih asal Korea Selatan itu menyebut Indonesia memiliki cukup banyak pemain muda yang layak mendapat ruang lebih besar. Menurutnya, pengalaman di lapangan akan membentuk kualitas teknis, mental, serta kematangan para pemain dalam situasi nyata.

“Ada cukup banyak pemain muda di Indonesia. Demi masa depan sepak bola Indonesia, saya berpikir bahwa kami harus secara jelas dan pasti memberikan banyak kesempatan bermain kepada para pemain muda,” ujar Shin.

Ia menambahkan bahwa proses berkembang seorang pemain sangat bergantung pada menit bermain. Shin mengatakan bahwa anak-anak muda Indonesia harus berkembang melalui pertandingan secara langsung karena hanya dengan cara itu sepak bola Indonesia bisa maju.

“Tentu saja hal itu bisa berubah tergantung situasi. Namun, saya selalu berpikir bahwa anak-anak muda Indonesia harus berkembang melalui pertandingan secara langsung. Hanya dengan cara itulah sepak bola Indonesia bisa maju. Saya selalu memegang prinsip itu,” ujarnya.

Sejalan dengan tradisi Persija membina pemain akademi

Pandangan tersebut sejalan dengan arah pembinaan Persija yang selama beberapa musim terakhir terus memberi jalan bagi pemain muda masuk ke level profesional. Klub berjuluk Macan Kemayoran itu dikenal aktif mengorbitkan lulusan akademi untuk bersaing di tim utama.

Dalam lima musim terakhir, sebanyak 23 pemain jebolan Elite Pro Academy atau EPA Persija telah menjalani debut profesional bersama tim senior. Data itu menunjukkan bahwa jalur pembinaan di klub ibu kota bukan sekadar program jangka pendek, melainkan sistem yang terus menghasilkan pemain siap pakai.

EPA menjadi salah satu fondasi penting dalam pembinaan Persija. Dari jalur inilah para pemain muda dipersiapkan agar mampu naik kelas secara bertahap dan siap bersaing di kompetisi tertinggi Indonesia.

Masuknya Shin Tae-yong ke dalam proyek Persija juga dipandang bisa memberi dorongan tambahan bagi proses tersebut. Pengalamannya saat menangani pemain muda di Timnas Indonesia menjadi modal penting untuk memaksimalkan potensi para talenta muda di klub.

Dengan pendekatan yang menempatkan pertandingan sebagai bagian dari pembelajaran, arah kerja Shin bersama Persija berpotensi memberi dampak lebih luas. Bagi klub, ini memperkuat kedalaman tim; bagi sepak bola Indonesia, ini menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan regenerasi pemain.

Source: www.medcom.id
Berita Terbaru