Babak pertama di Stadion Gelora Bumi Kartini berakhir tanpa gol, tetapi bukan karena Persija Jakarta kekurangan peluang. Tim tamu justru berkali-kali menekan, namun Persijap Jepara menjaga rapat area pertahanannya dan membuat setiap percobaan Macan Kemayoran mentah di tangan Sendri Johansyah.
Situasi itu membuat Persija gagal memanfaatkan laga pekan ke-31 Super League untuk memangkas jarak poin dari Borneo FC yang berada di posisi kedua klasemen. Hingga jeda, skor 0-0 bertahan setelah Persijap mampu menahan gempuran lawan dengan disiplin dan kiper mereka tampil menonjol di bawah mistar.
Persija menguasai permainan sejak awal
Sejak menit-menit awal, Persija langsung mengambil inisiatif serangan dan mengalirkan bola ke area berbahaya. Tekanan yang mereka bangun membuat Persijap harus turun lebih dalam dan fokus menjaga rapat lini belakang.
Peluang pertama lahir pada menit ke-15 melalui tendangan bebas Fabio Calonego dari sisi kiri pertahanan Persijap. Bola melaju keras melewati pagar betis, tetapi Sendri masih sanggup mengamankannya dengan baik.
Sendri Johansyah jadi pembeda
Aksi itu menjadi salah satu awal dari rangkaian penyelamatan penting yang dilakukan Sendri sepanjang babak pertama. Kiper Persijap tersebut tampil tenang dan konsisten saat Persija bergantian menekan dari berbagai sisi.
Ancaman berikutnya datang dari sepakan keras Allano Brendon di dalam kotak penalti. Namun upaya itu juga belum mampu menembus pertahanan terakhir Persijap yang tampil sangat rapat.
Performa Sendri membuat ritme serangan Persija tidak berubah menjadi keunggulan. Dalam kondisi seperti itu, penyelesaian akhir menjadi kunci, dan Persija belum menemukannya.
Persijap tidak hanya bertahan
Meski lebih sering dipaksa bertahan, Persijap tetap sempat memberi perlawanan lewat situasi bola mati. Pada menit ke-27, sundulan Jose Luis Espinosa atau Tiri mengarah ke gawang, tetapi bola belum tepat sasaran.
Beberapa menit sebelum turun minum, Borja Herrera juga hampir memecah kebuntuan. Tendangannya melenceng dari gawang Andritany Ardhiyasa, sehingga Persijap tetap belum bisa mencetak gol.
Peluang akhir babak belum cukup untuk Persija
Menjelang jeda, Persija kembali menambah tekanan lewat Eksel Runtukahu. Penyerang tersebut mendapat dua peluang emas, satu dari serangan balik dan satu lagi lewat sundulan di depan gawang.
Dua kesempatan itu belum menghasilkan gol karena penyelesaian akhirnya tidak cukup efektif. Alhasil, skor kacamata tetap bertahan sampai wasit meniup peluit turun minum.
Susunan pemain sejak awal laga
Persijap menurunkan Sendri Johansyah, Diogo Brito, Jose Luis Espinosa, Najeeb Yakubu, Rahmat Hidayat, Alexis Nahuel Gomez, Borja Herrera, Borja Martinez, Rendi Saepul, Wahyudi Hamisi, dan Iker Guarrotxena Vallejo. Persija memainkan Andritany Ardhiyasa, Bruno Tubarao, Paulo Ricardo, Rizky Ridho, Shayne Pattynama, Fabio Calonego, Rayhan Hannan, Van Basty Saousa, Alaaeddine Ajarie, Allano Brendon, dan Eksel Runtukahu.
Babak pertama memperlihatkan kontras yang jelas antara dominasi Persija dan ketangguhan Persijap dalam bertahan. Dengan skor masih 0-0, laga tetap terbuka untuk ditentukan detail kecil setelah jeda.







