Persija Jakarta memasuki laga melawan Persis Solo dengan tekanan besar karena tiga poin menjadi harga mati untuk menjaga peluang bersaing di papan atas. Bermain di Stadion Gelora Bung Karno memberi keuntungan tersendiri, tetapi lawan yang datang tidak membawa situasi yang mudah diremehkan.
Persis justru hadir dengan modal tren yang cukup stabil. Di tengah ancaman zona degradasi, tim asal Solo itu hanya sekali kalah dalam 10 pertandingan terakhir, sehingga duel ini tidak bisa dipandang sebagai laga yang akan berjalan satu arah.
Bagi Persija, kebutuhan menang terasa semakin mendesak karena posisi mereka masih berada di urutan ketiga dengan 59 poin. Mereka tertinggal tujuh angka dari Borneo FC dan Persib Bandung di puncak klasemen, sehingga sisa lima pertandingan hanya menyisakan ruang kecil untuk kesalahan.
Kondisi itu membuat Macan Kemayoran harus mengejar kemenangan demi kemenangan sambil berharap dua pesaing teratas tergelincir. Tekanan tersebut makin besar setelah pada laga terakhir Persija hanya bermain imbang 1-1 melawan PSIM Yogyakarta.
Hasil itu menjadi kegagalan menang ketiga dalam lima pertandingan terakhir. Sebelumnya, Persija juga ditahan Dewa United 1-1 dan takluk 2-3 dari Bhayangkara FC, rangkaian hasil yang membuat pertandingan di GBK menjadi sangat vital bagi tim asuhan Mauricio Souza.
Di sisi lain, Persis Solo memang masih berkutat di papan bawah. Laskar Sambernyawa kini menempati posisi ke-15 dengan 27 poin dan hanya unggul satu angka dari Madura United di peringkat ke-16, sehingga satu hasil buruk bisa langsung memengaruhi posisi mereka.
Meski begitu, stabilitas permainan Persis mulai terlihat lebih jelas. Dalam 10 laga terakhir, mereka cuma sekali menelan kekalahan, sebuah tanda bahwa tim besutan Milomir Seslija perlahan menemukan ritme yang sebelumnya sulit dijaga secara konsisten.
Perbaikan itu juga tampak di lini belakang. Selama periode tersebut, Persis hanya dua kali kebobolan dua gol atau lebih, dan kemenangan 2-1 atas Bhayangkara FC pada pekan lalu menunjukkan bahwa mereka tetap mampu bersaing secara efektif ketika mendapat momen yang tepat.
Rekam pertemuan kedua tim juga memberi warna menarik untuk laga ini. Dalam lima duel terakhir, Persija memegang keunggulan dengan tiga kemenangan, sementara Persis menang sekali dan satu laga lainnya berakhir imbang.
Catatan itu menunjukkan Persija lebih sering menemukan jalan untuk menang saat menghadapi tim asal Solo tersebut. Namun, duel keduanya juga kerap berjalan terbuka, sehingga pertemuan ini tetap menyimpan potensi kejutan.
Persija pernah menang 3-0 ketika bermain di kandang Persis, tetapi Persis juga pernah mencuri kemenangan 1-0 di Jakarta. Data itu cukup untuk menegaskan bahwa tuan rumah tidak bisa hanya mengandalkan status unggulan.
Dari sisi taktik, Persija diperkirakan tetap mengandalkan formasi 4-2-3-1. Skema ini memberi keseimbangan antara pertahanan dan serangan, dengan nama-nama seperti Rizky Ridho, Jordi Amat, Allano Lima, dan Maxwell Souza berpeluang menjadi pusat perhatian.
Susunan yang diperkirakan untuk Persija adalah Carlos Eduardo; Bruno Tubarao, Rizky Ridho, Jordi Amat, Doni Try; Fabio Calonego, Van Basty Souza; Allano Lima, Rayhan Hannan, Maxwell Souza; Eksel Runtukahu. Komposisi ini memberi ruang bagi serangan dari lini kedua sekaligus menjaga struktur tim tetap rapi saat kehilangan bola.
Persis kemungkinan menjawab dengan formasi 4-3-3 agar jarak antarlini tetap rapat saat bertahan. Dejan Tumbas, Bruno Gomes, dan Roman Paparyga diprediksi menjadi tumpuan utama untuk memanfaatkan ruang ketika Persija terlalu maju menekan.
Susunan yang diperkirakan untuk Persis ialah M. Riyandi; Dusan Mihic, Kadek Raditya, Luka Dumancic, Althaf Alrizky; Zanadin Fariz, Andrei Alba, Dimitri Lima; Dejan Tumbas, Bruno Gomes, Roman Paparyga. Dengan pendekatan itu, Persis punya peluang menjaga duel tetap ketat dan memaksa Persija bekerja lebih keras untuk menembus blok pertahanan mereka.
Secara kualitas dan posisi klasemen, Persija tetap lebih diunggulkan, apalagi bermain di kandang sendiri. Namun, tren positif Persis dan kebutuhan besar kedua tim membuat laga ini sangat mungkin ditentukan oleh efisiensi di depan gawang dan ketenangan hingga menit akhir.
Source: bola.bisnis.com






