Stigmatum menempatkan pertarungan sebagai pusat pengalaman, dan itu langsung membedakannya dari banyak game cyberpunk lain. Pemain tidak hanya diminta bergerak di dunia distopia, tetapi juga mengandalkan serangan ringan, serangan berat, tangkapan, lemparan, menghindar, menangkis, hingga parry untuk bertahan hidup.
Fokus seperti itu membuat setiap pertemuan terasa lebih menuntut. Timing dan pengambilan keputusan memegang peran besar, karena ancaman datang dari berbagai jenis lawan yang tidak semuanya bisa dihadapi dengan cara yang sama.
Di tengah sistem aksi itu, cerita Stigmatum justru mengambil arah yang sangat personal. Game besutan Onlyherogames ini mengikuti Mateo, mantan bagian dari elite masyarakat yang dijebak atas kejahatan yang tidak ia lakukan, lalu terlempar ke perjalanan untuk mencari kebenaran sekaligus membalas ketidakadilan yang menimpanya.
Pendekatan tersebut membuat konflik di dalam game terasa lebih dekat dengan manusia biasa. Tema korupsi, perpecahan sosial, dan kendali institusional menguat di sepanjang perjalanan Mateo, sehingga pertarungannya lebih terasa sebagai perjuangan pribadi daripada perang besar melawan kekuatan raksasa.
Dunia yang keras dan terasa dekat
Alih-alih mengandalkan fantasi korporat yang sering muncul di genre cyberpunk, Stigmatum memilih latar yang terinspirasi dari versi Spanyol yang terpecah. Wilayah yang muncul di dalam game mengambil nuansa dari Madrid dan Barcelona, lalu dipadukan dengan kawasan tandus berbahaya serta distrik elite yang diawasi ketat.
Pilihan latar itu memberi identitas yang berbeda. Banyak game sejenis biasanya bergerak di kota futuristis bergaya Amerika atau Asia Timur, sedangkan Stigmatum justru mengarah ke citra sosial dan geografis yang lebih spesifik.
Visual pixel art dengan nuansa gelap
Daya tarik lain ada pada penyajiannya. Stigmatum memadukan pixel art dengan lingkungan 2.5D untuk membangun kesan retro yang tetap terasa modern.
Cuplikan layar dan cuplikan gameplay menampilkan kota gelap dengan lampu neon, kawasan industri yang tandus, dan jalan-jalan sempit yang padat. Tim pengembang tampaknya lebih menekankan suasana dan identitas visual daripada realisme foto, sehingga dunia game ini punya karakter yang kuat.
Pilihan visual tersebut juga membantu menjaga ritme permainan. Detail pixel yang padat memperkuat atmosfer suram tanpa mengganggu tempo cepat khas game aksi sisi-samping.
Perjalanan Mateo melawan sistem
Cerita Stigmatum bergerak melalui distrik berbahaya dan pertemuan dengan faksi-faksi bermusuhan. Mateo harus bertahan dari musuh yang makin mematikan sambil menelusuri konspirasi yang menjatuhkannya.
Steam description game ini juga menyebut adanya beberapa akhir cerita. Artinya, keputusan pemain berpotensi memengaruhi nasib Mateo dan hasil perlawanan yang ia jalani.
Variasi musuh ikut memperkuat tantangan di sepanjang permainan. Ada penyerang cepat, unit berlapis armor, petarung standar, hingga bos yang menuntut pendekatan berbeda.
Dengan kombinasi itu, Stigmatum hadir sebagai judul aksi 2.5D yang tidak hanya menonjol lewat pertarungan, tetapi juga lewat dunia yang suram dan konflik yang sangat pribadi. Saat ini, belum ada tanggal rilis yang diumumkan, namun perpaduan combat cepat, visual pixel art, dan latar Spanyol yang terpecah sudah cukup membuatnya menonjol di antara game indie bertema distopia lainnya.







