Pesan Sri Sultan kepada Veda dan Mario, Jangan Kalah Mental Sebelum Balap

Author: Redaksi Android62

Sri Sultan Hamengku Buwono X mengingatkan Veda Ega Pratama dan Mario Suryo Aji agar tidak kalah secara mental sebelum menghadapi persaingan balap dunia 2026. Menurut Sultan, keyakinan untuk menang harus sudah tertanam sebelum kedua pembalap Indonesia itu turun ke lintasan.

Pesan tersebut disampaikan saat Veda dan Mario bersilaturahmi ke Yogyakarta untuk memohon doa restu. Keduanya akan kembali melanjutkan persaingan internasional pada kelas Moto3 dan Moto2.

Sultan menilai pilihan menjadi pembalap menuntut kesiapan menghadapi tantangan yang tidak ringan. Karena itu, ia meminta keduanya tidak membiarkan perasaan susah, berat, atau tidak bisa menguasai pikiran menjelang perlombaan.

“Sudah memilih menjadi pembalap, jangan mengatakan susah, berat, atau tidak bisa. Kalau begitu, sudah kalah sebelum bertanding,” kata Sri Sultan.

Keyakinan Menjadi Modal di Lintasan

Persaingan dengan pembalap dari berbagai negara membutuhkan fokus dan keteguhan sikap. Sri Sultan menekankan bahwa rasa khawatir perlu dikendalikan agar tidak mengganggu semangat juang ketika balapan berlangsung.

Ia juga mengingatkan bahwa dorongan untuk meraih kemenangan tidak dapat sepenuhnya bergantung pada dukungan dari luar. Doa dan harapan dari banyak pihak tetap memerlukan kemauan pribadi yang kuat dari setiap pembalap.

“Harus punya motivasi untuk memenangkan setiap pertandingan, kemauan itu harus muncul dari diri sendiri, karena kami hanya bisa menyampaikan harapan,” ujar Sri Sultan. Pesan itu menegaskan pentingnya kesiapan mental sebagai bagian dari persiapan menghadapi kompetisi internasional.

Sultan kembali menyoroti perlunya keyakinan yang mantap sebelum balapan dimulai. “Kalau dirinya sendiri hatinya kecil, ya susah. Kemantapan untuk menang itu harus sudah ada,” tegasnya.

Dua Kelas Balap yang Dijalani

Veda Ega Pratama berkompetisi di kelas Moto3, sedangkan Mario Suryo Aji menjalani musim di Moto2. Kunjungan keduanya ke Yogyakarta menjadi kesempatan menerima doa sekaligus wejangan sebelum kembali berlaga.

Pembalap Kelas Balap Agenda di Yogyakarta
Veda Ega Pratama Moto3 Memohon doa restu dan menerima wejangan
Mario Suryo Aji Moto2 Memohon doa restu dan menerima wejangan

Pelaksana Tugas Direktur Utama InJourney Tourism Development Corporation, Ahmad Fajar, memandang keberadaan dua pembalap Indonesia di level dunia sebagai momentum yang langka. Ia secara khusus menyoroti Veda yang berasal dari Daerah Istimewa Yogyakarta.

Menurut Ahmad Fajar, perjalanan Veda dan Mario berpotensi memperkenalkan Indonesia lewat prestasi olahraga. Pertemuan dengan Sri Sultan juga diharapkan memberi dorongan bagi keduanya saat menghadapi seri-seri balapan berikutnya.

Harapan itu tidak hanya tertuju pada hasil balap, tetapi juga pada inspirasi yang dapat dibawa keduanya bagi generasi muda. Veda dan Mario diharapkan menunjukkan bahwa pembalap Indonesia dapat berani mengejar pencapaian di panggung internasional.

Dengan doa restu dan pesan mengenai ketangguhan mental, keduanya bersiap membawa nama Indonesia dalam lanjutan musim 2026. Tantangan di Moto3 dan Moto2 akan menjadi ruang pembuktian bagi keyakinan yang ditekankan Sri Sultan.

Source: www.beritasatu.com
Berita Terbaru