Peserta Tur Madiun Hilang di Korea Selatan, Travel Hadapi Risiko Rp125 Juta

Author: Redaksi Android62

Penyelenggara perjalanan menghadapi risiko denda hingga Rp125 juta setelah seorang peserta tur asal Madiun bernama Femas dilaporkan hilang di Korea Selatan. Dampak kasus ini disebut tidak hanya berkaitan dengan satu peserta, tetapi juga kewajiban travel kepada vendor dan pihak di negara tujuan.

Femas dilaporkan tidak kembali ke hotel setelah berada di kawasan Myeongdong. Hingga informasi tersebut disampaikan, peserta tur itu belum ditemukan dan belum dapat dihubungi.

Risiko bagi Penyelenggara Perjalanan

Akun Instagram @sarjanabackpacker menyatakan pihaknya harus menjelaskan situasi tersebut kepada vendor serta mempertanggungjawabkannya kepada pihak Korea Selatan. Penyelenggara juga menyebut ada risiko denda yang perlu dihadapi akibat hilangnya peserta dari rombongan.

Dalam unggahannya, pihak travel menilai keputusan satu orang meninggalkan rombongan dapat memengaruhi banyak calon peserta pada perjalanan berikutnya. Mereka menekankan bahwa kepercayaan yang dibangun dalam bisnis perjalanan dapat terdampak oleh peristiwa tersebut.

“Kami bukan marah karena kehilangan satu peserta. Kami marah karena keputusan satu orang bisa membuat ratusan peserta berikutnya ikut menjadi korban,” tulis akun tersebut.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa masalah peserta yang tidak kembali ke rombongan dapat menimbulkan konsekuensi administratif dan operasional. Travel masih harus menjaga komunikasi dengan pihak-pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan perjalanan di Korea Selatan.

Terakhir Berada di Myeongdong

Sebelum dilaporkan hilang, Femas disebut tidak memperlihatkan tanda akan meninggalkan rombongan Tur Korea Selatan. Ia bahkan dikabarkan berbagi kamar dengan tour leader selama perjalanan.

Pihak travel menyatakan Femas sempat diajak berbicara, makan, dan berjalan bersama peserta lain. Ketika ditanya mengenai kemungkinan kesulitan yang dialami, responsnya disebut terlihat normal.

Situasi berubah saat Femas mengatakan ingin melihat-lihat sepatu di kawasan Myeongdong. Setelah itu, ia tidak kembali ke hotel dan keberadaannya tidak diketahui.

Panggilan telepon serta pesan WhatsApp yang dikirim kepada Femas disebut tidak mendapatkan respons. Keterangan tersebut disampaikan pihak travel dan dikutip Liputan6.

Pencarian Dilakukan Selama Berhari-hari

Tour leader dilaporkan melakukan pencarian selama berhari-hari setelah Femas tidak kembali ke hotel. Upaya itu mencakup menghubungi peserta tersebut berulang kali dan menyisir lokasi terakhir yang diketahui.

Pihak travel juga menyatakan telah melaporkan kasus hilangnya Femas kepada pihak berwenang di Korea Selatan. Namun, pencarian yang dilakukan hingga saat ini disebut belum menghasilkan temuan.

Di tengah proses itu, penyelenggara tetap perlu berkoordinasi dengan vendor terkait dampak peristiwa tersebut. Mereka menyebut persoalan ini harus ditangani sambil memastikan tanggung jawab kepada pihak Korea Selatan dipenuhi.

Permintaan untuk Kembali ke Indonesia

Pihak travel akhirnya mempublikasikan informasi mengenai hilangnya Femas dengan harapan yang bersangkutan dapat segera memberikan kabar. Mereka juga meminta orang yang mengenalnya untuk menyampaikan pesan agar Femas kembali ke Indonesia.

“Pulanglah ke Indonesia. Hadapi masalah ini dengan baik. Jangan biarkan begitu banyak orang menanggung akibat dari keputusanmu,” tulis pihak travel dalam unggahannya.

Kabar mengenai Femas masih didasarkan pada pernyataan penyelenggara tur melalui media sosial. Tidak ada informasi lebih lanjut mengenai keberadaannya selain laporan bahwa ia belum dapat dihubungi.

Source: www.liputan6.com
Berita Terbaru