Pheasant Coucal Tak Menitipkan Telur, Kukuk Australia yang Lebih Sering Berjalan di Tanah

Pheasant Coucal menonjol di antara keluarga kukuk karena tidak menumpang sarang burung lain. Spesies bernama ilmiah Centropus phasianinus ini membangun sarangnya sendiri, mengerami telur, lalu merawat anak-anaknya sampai mandiri.

Perilaku itu membuatnya berbeda dari kebanyakan kukuk yang dikenal sebagai parasit sarang. Dalam keluarga burung ini, Pheasant Coucal justru tampil sebagai pengecualian yang paling mudah dikenali.

Ukuran besar dan ciri tubuh yang khas

Pheasant Coucal termasuk salah satu kukuk terbesar di Australia. Menurut Australian Museum, panjang tubuh burung dewasa dapat mencapai sekitar 50-70 cm, dengan bagian terbesar berasal dari ekornya yang lebar dan panjang.

Tubuh bagian atasnya berwarna gelap, matanya merah terang, dan sayapnya cokelat kemerahan. Kombinasi itu membuatnya tampak mencolok di antara vegetasi padang rumput, sementara bentuk tubuhnya sering dianggap menyerupai burung pegar.

Lebih sering di tanah daripada di udara

Walau mampu terbang dengan baik, Pheasant Coucal lebih sering berjalan atau berlari di atas tanah. eBird menjelaskan bahwa burung ini biasanya menyelinap melalui rumput tinggi dan semak-semak saat mencari makan.

Kebiasaan tersebut membuatnya lebih mudah terdengar daripada terlihat. Saat merasa terancam, burung ini cenderung bersembunyi di vegetasi rapat dan hanya terbang pendek dengan gerakan berat bila benar-benar perlu meninggalkan tempatnya.

Pola hidup yang tidak lazim di antara kukuk

Birds in Backyards menyebut perilaku berbiak Pheasant Coucal sangat berbeda dari sebagian besar anggota keluarga kukuk. Sarang kubah dari rumput dan dedaunan menjadi tempat burung ini membesarkan keturunannya sendiri.

Sesudah bertelur, pasangan burung ini sama-sama mengambil peran dalam pengeraman dan perawatan anak. Pola tersebut menjadi alasan spesies ini sering dibahas sebagai kukuk yang tidak mengikuti kebiasaan umum kerabatnya.

Betina dominan dan menu buruan yang beragam

OzAnimals.com mencatat bahwa betina umumnya lebih besar dan lebih agresif daripada jantan. Dalam beberapa kasus, betina juga dapat kawin dengan lebih dari satu jantan selama musim berkembang biak.

Di habitatnya, Pheasant Coucal bertindak sebagai predator oportunis. Makanannya mencakup serangga besar seperti belalang dan jangkrik, serta katak, kadal, dan hewan kecil lain yang tersedia di sekitarnya.

Burung ini juga kadang memakan telur atau anakan burung lain saat mendapat kesempatan. Paruh yang kuat membantu Pheasant Coucal menangani mangsa yang relatif besar, sementara pola makan yang fleksibel mendukung kelangsungan hidupnya di lahan basah, padang rumput, dan semak belukar.

Gabungan antara tubuh besar, kebiasaan bergerak di darat, dan cara membesarkan anak yang mandiri membuat Pheasant Coucal sulit disamakan dengan citra kukuk pada umumnya. Spesies ini menunjukkan bahwa satu kelompok burung dapat berkembang dengan perilaku yang sangat berbeda dari kerabat dekatnya.

Source: www.idntimes.com

Berita Terkait