Perbandingan paling mencolok antara Wuling Eksion EV dan PHEV ada pada jarak tempuh. Varian EV diklaim mampu melaju hingga 530 km dalam sekali pengisian penuh, sedangkan PHEV menawarkan mode listrik sampai 125 km dan total jarak tempuh lebih dari 1.000 km saat mesin bensin ikut bekerja.
Perbedaan ini membuat keduanya tidak sekadar tampil sebagai dua pilihan teknologi, tetapi juga dua jawaban untuk kebutuhan yang berbeda. Untuk penggunaan harian, EV terasa lebih sederhana, sementara PHEV memberi ruang gerak lebih luas bagi pengguna yang sering menempuh rute panjang atau tidak selalu dekat dengan titik pengisian daya.
Dua karakter yang dibangun untuk kebutuhan berbeda
Wuling Eksion hadir sebagai SUV 7-seater dengan dua opsi penggerak, yakni EV dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle atau PHEV. Keduanya tetap membawa arah yang sama, yaitu menawarkan mobil keluarga yang nyaman, efisien, dan aman untuk dipakai dalam berbagai kondisi.
Pada Eksion EV, seluruh tenaga datang dari motor listrik tanpa bantuan mesin bensin. Karakter ini membuat mobil berjalan lebih senyap, lebih halus, dan bebas emisi saat digunakan di jalan.
Sementara itu, Eksion PHEV memakai mesin bensin 1.5L yang dipadukan dengan motor listrik. Kombinasi ini memberi fleksibilitas lebih besar karena mobil tetap bisa dipakai ketika daya baterai menipis tanpa harus bergantung penuh pada pengisian listrik.
Mana yang lebih mudah dipakai sehari-hari
Untuk rutinitas di dalam kota, EV menawarkan pengalaman yang lebih praktis. Pengemudi cukup mengandalkan daya listrik untuk perjalanan harian, apalagi jika aktivitas lebih banyak terjadi pada rute yang sudah familiar dan jarak tempuhnya tidak terlalu jauh.
PHEV berada di posisi yang lebih fleksibel bagi pengguna yang belum ingin sepenuhnya bergantung pada infrastruktur pengisian. Kehadiran mesin bensin membuat mobil tetap siap dipakai saat rencana perjalanan berubah atau saat harus melaju lebih jauh dari perkiraan awal.
Dalam konteks ini, pilihan yang paling masuk akal sangat bergantung pada pola pakai. Pengguna yang rutin beraktivitas di area perkotaan dan punya akses pengisian yang mudah cenderung lebih cocok dengan EV.
Jarak jauh menjadi area kuat PHEV
Di sisi lain, PHEV terlihat lebih meyakinkan ketika kebutuhan bergeser ke perjalanan luar kota. Total jarak tempuh yang disebut lebih dari 1.000 km memberi rasa aman lebih besar, terutama bagi keluarga yang sering bepergian dengan banyak barang dan jadwal yang tidak selalu bisa diprediksi.
Eksion EV tetap kompetitif untuk mobilitas harian karena angka 530 km tergolong cukup besar. Namun, bagi pengguna yang ingin meminimalkan kekhawatiran soal pengisian ulang saat bepergian jauh, PHEV punya nilai tambah yang sulit diabaikan.
Tenaga dan sistem penggerak ikut membedakan rasa berkendara
Eksion EV dibekali motor listrik 150 kW dengan torsi 310 Nm serta baterai 69,2 kWh. Kombinasi ini umumnya memberi respons yang cepat, terutama ketika mobil perlu berakselerasi di lalu lintas padat.
Eksion PHEV memakai baterai 20,5 kWh dan teknologi Dedicated Hybrid Transmission atau DHT. Sistem ini dirancang untuk menjaga efisiensi bahan bakar tanpa mengorbankan tenaga saat dibutuhkan.
Perbedaan teknis tersebut membuat karakter keduanya terasa jelas sejak awal. EV menonjol lewat kesederhanaan dan kehalusan, sedangkan PHEV menawarkan keseimbangan antara tenaga listrik dan dukungan bensin.
Dukungan pengisian dan fitur keluarga
Menariknya, kedua varian sama-sama mendukung pengisian cepat DC dengan standar CCS2. Fitur ini membantu proses pengisian daya menjadi lebih praktis untuk penggunaan sehari-hari, meski ketergantungan masing-masing varian terhadap listrik tetap berbeda.
Eksion juga dirancang sebagai mobil keluarga yang serbaguna. Kabinnya memuat tujuh penumpang dan dilengkapi ventilated seat, pengaturan kursi elektrik, panoramic sunroof, AC dengan filter PM2.5 hingga baris ketiga, layar 12,8 inci, TFT display 8,8 inci, serta wireless charging 50W.
Ruang di dalam kabin juga terasa fleksibel karena kursi baris kedua dan ketiga bisa dilipat rata. Dalam kondisi itu, kapasitas bagasi disebut bisa mencapai 1.788 liter.
Aman dan nyaman untuk kebutuhan keluarga modern
Untuk menunjang penggunaan keluarga, Wuling membangun Eksion di atas platform Wonder Flexible Modular Structure atau WFMS. Model ini juga dipadukan dengan LING Power Hybrid System, LING OS untuk konektivitas pintar, dan MAGIC Battery Pro yang sudah melewati berbagai pengujian keamanan dan ketahanan.
Sisi perlindungan diperkuat lewat bodi dengan 75% high strength steel, enam airbag, ISOFIX, ESC, ABS, EBD, TPMS, serta ADAS Level 2. Selain itu, ada electric tailgate dan 360° around view camera dengan transparent chassis yang membantu saat parkir maupun ketika mobil bergerak di ruang sempit.
Harga Wuling Eksion berada di kisaran Rp 389 juta hingga Rp 499 juta. Jika dilihat dari kebutuhan nyata, EV lebih cocok untuk pengguna yang mengejar efisiensi listrik penuh di kota, sedangkan PHEV lebih pas bagi mereka yang memerlukan jangkauan panjang dan fleksibilitas ekstra untuk perjalanan jauh.
