Tomat Monokultur Masih Bisa Untung Saat Harga Normal, Begini Cara Petani Menekan Biaya

Author: Redaksi Android62

Budidaya tomat monokultur ternyata masih bisa memberi laba saat harga jual berada di tingkat normal, asalkan biaya produksi ditekan dan produktivitas tetap tinggi. Pada hitungan di lahan satu hektar, selisih antara modal besar dan hasil panen yang optimal masih menyisakan keuntungan yang menarik bagi petani.

Contoh perhitungan itu datang dari Juhara, petani sayuran asal Pangalengan, Bandung, yang rutin menanam tomat dengan sistem monokultur. Ia menyebut biaya tanam tomat per hektar bisa mencapai Rp 100,8 juta, sementara hasil panennya dapat menembus 40 ton per hektar.

Dengan harga jual normal Rp 3.000 per kilogram, pendapatan kotor dari satu hektar lahan bisa mencapai Rp 120 juta. Dari perhitungan tersebut, Juhara memperkirakan keuntungan sekitar Rp 19 juta per musim per hektar.

Penghematan dari pola tanam ulang

Efisiensi menjadi faktor utama yang membuat usaha ini tetap layak dijalankan. Juhara memanfaatkan lahan yang sama untuk dua kali tanam setelah panen pertama selesai dan lahan dibongkar.

Pola tersebut membantu menekan berbagai komponen biaya, terutama saprodi seperti mulsa, ajir, tali, semat, peralatan, serta tenaga kerja untuk olah tanah dan pemeliharaan. Dari hitungannya, penghematan total dapat mencapai Rp 32 juta.

Dengan hasil panen 40 ton per hektar, penghematan itu memberi ruang laba yang lebih besar. Karena itu, strategi menekan biaya dinilai sama pentingnya dengan mengejar produksi tinggi.

Prospek tetap terbuka bagi petani

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Tommy Nugraha menilai prospek agribisnis hortikultura masih sangat menjanjikan. Namun, ia menegaskan bahwa petani tetap membutuhkan kegigihan dan strategi agar usaha berjalan sehat.

Tommy menyebut petani tidak harus menunggu harga tinggi untuk bisa untung. Menurut dia, pola budidaya yang mampu menghasilkan output sebesar-besarnya dengan input seminimal mungkin perlu terus dikembangkan.

Ia juga menekankan pentingnya efisiensi biaya produksi agar keuntungan petani semakin tinggi. Dengan cara itu, produk sayuran diharapkan lebih berdaya saing, baik dari sisi kualitas maupun harga.

Pada praktiknya, budidaya tomat monokultur memang menuntut modal awal yang besar dan pengelolaan yang rapi. Meski begitu, kombinasi antara produktivitas tinggi, efisiensi biaya, dan strategi tanam yang tepat membuat komoditas ini tetap punya peluang usaha yang menarik.

Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru