Pengguna MRT Jakarta dan Transjakarta kini punya alasan tambahan untuk memilih transportasi publik berbasis listrik. PT PLN (Persero) menyiapkan insentif berupa voucher listrik yang bisa diperoleh lewat pengumpulan Eco Journey Points di aplikasi PLN Mobile.
Mekanismenya dibuat sederhana agar kebiasaan naik transportasi umum tidak hanya berdampak pada pengurangan emisi, tetapi juga memberi manfaat langsung bagi penumpang. Setiap pemindaian QR code akan menghasilkan 2 poin yang kemudian dapat dikumpulkan dan ditukar menjadi voucher listrik.
Cara mendapatkan poin
Sekretaris Perusahaan PLN, Yuliandra Syahrial Nurdin, menjelaskan bahwa masyarakat cukup memindai QR code yang tersedia di tiga gerbong MRT Jakarta dan 15 unit bus listrik Transjakarta. QR code itu juga dapat ditemukan di sejumlah koridor bus listrik, termasuk Pondok Labu-Blok M, Manggarai-UI, dan Ragunan-Balai Kota.
Poin yang masuk ke akun pengguna nantinya bisa ditukarkan melalui PLN Mobile. Skema penukaran yang disiapkan adalah 100 poin bernilai Rp100 ribu hingga 500 poin senilai Rp500 ribu.
Dorongan ke gaya hidup rendah emisi
Program ini hadir lewat kampanye “Green Future Powered Today” yang digagas PLN untuk mendorong dekarbonisasi dari kebiasaan harian warga Jakarta. Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, menekankan bahwa perubahan menuju gaya hidup berkelanjutan bisa dimulai dari pilihan sederhana, termasuk saat menentukan moda transportasi.
PLN menempatkan kampanye ini sebagai upaya membentuk kebiasaan rendah emisi dengan cara yang dekat dengan aktivitas sehari-hari. Karena itu, penggunaan MRT Jakarta dan Transjakarta berbasis listrik tidak hanya diposisikan sebagai pilihan mobilitas, tetapi juga bagian dari perubahan perilaku yang lebih ramah lingkungan.
Kolaborasi untuk transportasi hijau
Program tersebut lahir dari kolaborasi PLN dengan PT MRT Jakarta dan PT Transportasi Jakarta. Kerja sama ini dirancang agar transportasi umum berbasis listrik memberi manfaat yang terasa langsung, bukan sekadar mengantar penumpang dari satu titik ke titik lain.
PT MRT Jakarta menyambut inisiatif ini sebagai bagian dari penguatan budaya mobilitas berkelanjutan di perkotaan. Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta (Perseroda), Rendy Primartantyo, berharap kampanye ini membuat masyarakat lebih sering memakai transportasi umum dengan dukungan kendaraan listrik untuk kebutuhan first mile dan last mile.
Target partisipasi dan dampak emisi
PLN menargetkan lebih dari 160 ribu warga Jakarta ikut berpartisipasi setiap hari selama kampanye berlangsung. Dari tingkat partisipasi itu, perusahaan memperkirakan emisi karbon dapat ditekan hingga 23.500 ton CO2.
Angka tersebut menunjukkan bahwa program ini tidak hanya menyasar kebiasaan individu, tetapi juga diarahkan untuk memberi dampak yang lebih luas bagi transportasi rendah karbon di ibu kota. Dengan edukasi, insentif, dan kebiasaan mobilitas yang dipadukan, PLN dan mitranya berupaya membuat transisi ke transportasi hijau terasa lebih dekat bagi warga Jakarta.
Batas penukaran poin
Penukaran poin melalui PLN Mobile dibuka sampai September 2026. Dengan masa penukaran itu, pengguna transportasi publik listrik memiliki waktu yang cukup panjang untuk mengumpulkan poin dari perjalanan harian mereka.
Skema hadiah ini menjadi daya tarik utama kampanye karena menghubungkan aktivitas yang rutin dilakukan warga dengan insentif yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan listrik. PLN berharap pendekatan semacam ini mampu memperkuat minat masyarakat terhadap transportasi publik listrik sekaligus mendukung mobilitas perkotaan yang lebih bersih.
Source: mediaindonesia.com






