Pingsan Usai Lolos 4 Jam 41 Menit di French Open, Mensik Kecam Panas Ekstrem Paris

Jakub Mensik tidak hanya membawa pulang kemenangan dramatis di French Open, tetapi juga meninggalkan lapangan dalam kondisi yang mengkhawatirkan. Petenis muda Republik Cheska itu ambruk sesaat setelah memastikan tiket ke babak berikutnya, usai pertandingan panjang yang menguras seluruh tenaganya.

Momen tersebut terjadi di Lapangan Enam Roland Garros setelah Mensik melewati duel maraton melawan Mariano Navone. Ia baru bisa menutup laga dengan forehand penentu setelah bertarung selama 4 jam 41 menit dan harus melewati delapan match point.

Pertandingan yang menguras fisik

Laga itu menjadi gambaran betapa beratnya bermain di bawah cuaca panas ekstrem yang menyelimuti turnamen. Suhu pertandingan disebut berada di atas 30 derajat celsius, sementara para pemain harus bertahan di area terbuka dengan paparan matahari langsung.

Mensik menilai kondisi seperti itu membuat tubuh cepat terkuras. Ia juga menyoroti jeda antarset yang menurutnya terlalu singkat untuk benar-benar memulihkan tenaga setelah rally panjang dan durasi pertandingan yang begitu lama.

Menurut Mensik, pemain hanya mendapat satu menit saat pergantian set, tetapi waktu itu terasa jauh lebih pendek karena habis untuk duduk dan mengatur napas. Dalam komentarnya kepada wartawan, ia tidak menutupi betapa berat situasi yang dihadapi para pemain di Paris.

Langsung roboh setelah poin terakhir

Begitu kemenangan dipastikan, Mensik langsung roboh di atas tanah liat. Mariano Navone sempat menghampiri untuk memberi selamat, tetapi Mensik mencoba berdiri lalu kembali terbaring.

Wasit sempat menunggu beberapa saat sebelum mendekat, lalu tim medis masuk untuk memberikan pertolongan. Pemandangan itu memperlihatkan seberapa besar beban fisik yang ia tanggung sepanjang laga.

Mensik juga mengungkap kekecewaan terhadap sikap wasit setelah pertandingan, meski tidak menjelaskan secara rinci apa yang dimaksud. Ia hanya menegaskan bahwa dirinya tidak menghormati perilaku tersebut.

Pemulihan di ruang ganti

Kondisi Mensik perlahan membaik setelah mendapat perawatan dan beristirahat di ruang ganti. Ia menyebut suasana teduh membantu tubuhnya pulih dalam waktu sekitar 30 menit.

Setelah itu, Mensik merasa jauh lebih baik. Ia juga menilai emosi pada poin terakhir ikut menguras sisa tenaganya ketika pertandingan akhirnya selesai.

Meski sempat ambruk, unggulan ke-26 itu tetap melaju ke babak berikutnya. Ia dijadwalkan menghadapi unggulan kedelapan Alex de Minaur pada Jumat (29/5/2026), setelah De Minaur lebih dulu lolos otomatis karena Alexander Blockx mundur akibat cedera.

Mensik mengatakan dirinya akan memanfaatkan hari pemulihan sebaik mungkin sebelum kembali tampil. Pengalaman di Paris menjadi pengingat bahwa French Open bisa berubah menjadi ujian fisik yang sangat berat saat panas memaksa pemain bertarung sampai batas tenaga.

Source: www.beritasatu.com

Berita Terkait