Bank Mandiri masih membuka akses pinjaman non KUR melalui Kredit Serbaguna Mandiri atau KSM dengan plafon hingga Rp1,5 miliar tanpa agunan fisik. Fasilitas ini banyak menarik perhatian pekerja bergaji tetap karena proses pengajuannya dinilai lebih sederhana dibanding pembiayaan yang mensyaratkan jaminan.
KSM diposisikan sebagai pinjaman untuk kebutuhan pribadi, bukan untuk modal usaha seperti KUR. Dana dari produk ini dapat dipakai untuk berbagai keperluan nonbisnis, mulai dari renovasi rumah, biaya sekolah atau kuliah anak, pengobatan, persiapan pernikahan, kebutuhan keluarga lainnya, hingga pelunasan utang tertentu.
Daya tarik lain KSM ada pada tenor yang panjang dan penilaian yang lebih menitikberatkan pada penghasilan tetap pemohon. Karena itu, produk ini lebih relevan bagi pegawai yang menerima gaji rutin setiap bulan dan membutuhkan dana besar dengan skema cicilan yang dianggap lebih terkendali.
Selain limit tinggi, nominal Rp100 juta juga kerap menjadi incaran calon peminjam. Angka tersebut dinilai masih cukup aman oleh banyak orang karena cicilan bulanan dipandang lebih mudah diatur, sementara kebutuhan dananya tetap bisa terpenuhi.
Bank Mandiri membuka akses KSM untuk sejumlah kelompok berpenghasilan tetap. Segmen yang dapat mengajukan mencakup PNS dan PPPK, TNI/Polri, pegawai BUMN/BUMD, karyawan swasta tertentu, serta nasabah payroll Mandiri.
Karena basis penilaiannya bertumpu pada kestabilan pemasukan, produk ini memang paling cocok untuk pekerja formal. Semakin jelas profil pendapatan pemohon, semakin mudah bank menilai kemampuan bayar sebelum memproses pengajuan lebih lanjut.
Nasabah payroll Mandiri disebut memiliki peluang proses yang lebih cepat. Alasannya, bank sudah memiliki data transaksi penggajian sehingga verifikasi bisa berjalan lebih mudah dibanding nasabah yang datanya belum tercatat langsung di sistem Mandiri.
Sebelum mengajukan KSM, calon peminjam perlu menyiapkan dokumen identitas dan bukti penghasilan secara lengkap. Kelengkapan berkas menjadi bagian penting agar proses pengajuan tidak tertunda di tahap awal.
Dokumen yang wajib disiapkan meliputi e-KTP, NPWP, slip gaji terbaru, serta SK pengangkatan atau surat kerja. Seluruh berkas itu digunakan untuk memverifikasi identitas, status pekerjaan, dan kestabilan pendapatan pemohon.
Slip gaji terbaru membantu bank melihat kemampuan finansial calon debitur dalam membayar cicilan. Sementara SK pengangkatan atau surat kerja menjadi bukti bahwa status pekerjaan pemohon jelas dan penghasilannya dapat ditelusuri.
Pengajuan KSM pada dasarnya dimulai dari kelengkapan data yang diminta. Jika identitas, bukti penghasilan, dan surat keterangan kerja sudah sesuai, tahap verifikasi biasanya bisa berjalan lebih efisien.
Meski menawarkan limit besar tanpa agunan fisik, pinjaman ini tetap bergantung pada evaluasi kemampuan bayar. Karena itu, calon peminjam perlu memastikan penghasilan tetap dan dokumen pendukung berada dalam kondisi terbaru saat pengajuan dilakukan.







