Irjen Pipit Rismanto kini mendapat mandat baru untuk memimpin Polda Jawa Barat setelah Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melakukan rotasi jabatan di tubuh Polri. Penunjukan ini menempatkannya pada posisi kewilayahan yang strategis, sementara Irjen Rudi Setiawan bergeser menjadi perwira tinggi Bareskrim Polri.
Keputusan tersebut langsung menyita perhatian karena Pipit dikenal sebagai perwira yang lama berkutat di fungsi reserse. Rekam jejaknya dibangun dari penugasan teknis yang menuntut ketelitian tinggi, sebelum akhirnya masuk ke jabatan yang lebih luas di tingkat kewilayahan.
Karier panjang di jalur reserse
Pipit merupakan lulusan Akademi Kepolisian 1994 dan selama lebih dari satu dekade banyak menjalani tugas di lingkungan reserse. Jalur karier itu membuat namanya lekat dengan penanganan perkara yang memerlukan analisis kuat, koordinasi, dan pengalaman lapangan yang matang.
Pada 2013, ia menjabat wakil direktur reserse narkoba Polda Sumatera Barat. Dua tahun kemudian, pada 2015, Pipit dipercaya memimpin direktorat reserse kriminal khusus Polda Bangka Belitung.
Setelah itu, ia bergeser ke Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri. Di lingkungan ini, Pipit masuk ke jajaran yang menangani perkara-perkara dengan dinamika tinggi dan memerlukan kerja cepat antarunit.
Pernah tangani perkara sensitif
Pada 2020, Pipit diangkat menjadi wakil dirtipidter sebelum naik pangkat menjadi brigadir jenderal dan memimpin unit tersebut pada 2021. Posisi itu menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan kariernya di Polri.
Saat memimpin Dirtipidter Bareskrim Polri, Pipit disebut pernah menangani kasus gagal ginjal akut. Penugasan tersebut memperlihatkan bahwa ia terbiasa menangani perkara sensitif yang menuntut perhatian dari banyak sisi.
Pengalaman di wilayah operasional
Setelah dari Bareskrim, Pipit melanjutkan tugas sebagai Kapolda Kalimantan Barat. Di Kalbar, ia sempat menindak sejumlah pelaku tambang ilegal, yang menunjukkan pengalamannya tidak hanya kuat di level penindakan perkara, tetapi juga di wilayah yang membutuhkan kehadiran aparat secara langsung.
Modal pengalaman itu kini dibawa ke Jawa Barat, salah satu wilayah penting dalam struktur kepolisian daerah. Penugasan barunya menempatkan Pipit pada peran yang menuntut kemampuan teknis sekaligus kepemimpinan kewilayahan.
Rotasi besar di tubuh Polri
Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir menyebut mutasi jabatan sebagai bagian dari pembinaan karier dan penguatan organisasi. Ia menegaskan rotasi seperti ini merupakan hal yang alamiah di tubuh Polri.
Johnny juga mengatakan mutasi dilakukan untuk penyegaran organisasi dan peningkatan profesionalisme personel. Menurut dia, langkah itu penting agar Polri tetap siap menghadapi tantangan tugas yang semakin dinamis.
Pergantian di Polda Jawa Barat bukan satu-satunya perubahan. Ada delapan kapolda lain yang ikut berganti dalam rotasi tersebut, sehingga penataan ulang di jajaran kepolisian daerah berlangsung cukup luas.
Daftar kapolda yang ikut berganti
Selain Kapolda Jawa Barat, perubahan juga menyentuh Kapolda Sumbar Irjen Djati Wiyoto Abadhy, Kapolda Kaltara Brigjen Pol Agus Wijayanto, dan Kapolda Kalbar Irjen Alberd Teddy Benhard Sianipar. Pergeseran lainnya terjadi pada Kapolda Malut Brigjen Pol Arif Budiman.
Mutasi besar itu juga melibatkan Kapolda NTB Irjen Kalingga Rendra Raharja, Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Yudhi Sulistianto Wahid, Kapolda Sultra Brigjen Pol Himawan Bayu Aji, dan Kapolda Sulteng Brigjen Pol Nasri. Polri menempatkan regenerasi kepemimpinan ini sebagai bagian dari upaya agar organisasi semakin adaptif, profesional, dan mampu memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Dengan latar reserse yang panjang, Pipit kini memasuki tugas baru yang menuntut gabungan pengalaman teknis dan kemampuan memimpin wilayah. Rekam jejaknya memperlihatkan perjalanan karier yang tumbuh dari penugasan lapangan hingga ke jabatan yang lebih strategis di tingkat daerah.
Source: www.jawapos.com






