Pemerintah mulai mengarahkan bantuan sosial agar lebih keras menyasar desil terbawah dalam pemetaan kesejahteraan baru. Arah ini membuat penerima di lapisan paling miskin menjadi prioritas utama, sementara kelompok yang dinilai lebih mampu tidak lagi menjadi fokus utama penyaluran.
Perubahan kebijakan tersebut bertumpu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional atau DTSEN. Melalui data ini, pemerintah ingin memastikan bansos tidak tersalurkan ke warga yang sebenarnya sudah berada pada kondisi ekonomi lebih baik.
Peta penerima kini dibagi lebih rinci
Dalam skema baru, masyarakat dikelompokkan ke dalam 10 desil atau tingkat kesejahteraan. Desil 1 menunjukkan 10 persen penduduk termiskin, sedangkan desil 10 menggambarkan kelompok paling sejahtera.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa pembaruan data dibutuhkan agar perlindungan sosial lebih adil bagi kelompok rentan. Pemerintah menilai kondisi sosial ekonomi warga dapat berubah, sehingga data tidak bisa dibiarkan tetap tanpa pemutakhiran.
Dengan dasar itu, DTSEN dipakai untuk memperbarui pemetaan kondisi masyarakat secara berkala. Pemerintah ingin bantuan benar-benar mengalir ke warga yang paling membutuhkan, bukan ke kelompok yang sudah relatif mampu.
Kuota bantuan disesuaikan dengan kelompok sasaran
Pengaturan baru ini juga membuat masing-masing program memiliki sasaran desil yang berbeda. Program Keluarga Harapan atau PKH ditetapkan untuk desil 1 sampai desil 4 dengan kuota 10 juta keluarga.
Sementara itu, Bantuan Pangan Non-Tunai atau BPNT menyasar desil 1 sampai desil 5 dengan kuota 18,2 juta keluarga. Pada Bantuan Iuran JKN, cakupannya juga berada di desil 1 sampai desil 5 dengan kuota 96,8 juta jiwa.
Meski begitu, pemerintah tetap memberi penekanan paling kuat pada desil 1. Jika kuota tidak mencukupi, kelompok yang berada di lapisan paling bawah tetap didahulukan.
Desil 4 dan 5 masih ikut dipantau
Walau prioritas utama ada di desil 1, pemerintah tidak sepenuhnya mengabaikan desil 4 dan 5. Kelompok ini masih masuk dalam pemantauan karena dinilai rentan turun kondisi jika terjadi gejolak ekonomi atau bencana.
Pendekatan tersebut membuat bantuan sosial tidak hanya membaca kondisi pada satu momen tertentu. Data yang terus diperbarui dianggap penting agar sistem penyaluran tidak terjebak pada informasi lama yang sudah tidak sesuai dengan keadaan lapangan.
Saifullah Yusuf juga menyampaikan arah kebijakan Kementerian Sosial adalah memindahkan bantuan ke pihak yang lebih membutuhkan. Dalam penjelasan itu, perlindungan dari kelompok yang lebih atas disebut akan digeser menuju desil 1 sampai desil 5 yang belum mendapat perlindungan penuh.
Warga bisa cek posisi desil lewat aplikasi
Masyarakat dapat memeriksa status kepesertaan bantuan dan posisi desil melalui aplikasi Cek Bansos Kemensos. Sebelum menggunakan fitur pengecekan, warga perlu mendaftarkan akun terlebih dahulu di aplikasi tersebut.
Dari sana, masyarakat bisa melihat klasifikasi kesejahteraan yang tercatat dalam sistem. Pemerintah menyebut penggunaan DTSEN akan diterapkan secara bertahap hingga PKH sepenuhnya terfokus pada desil 1, sehingga bantuan makin terkonsentrasi pada warga yang paling miskin dan paling membutuhkan perlindungan sosial.







