PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat di Jawa Tengah dengan target penyelesaian pada 20 Juni 2026. Proyek yang tersebar di Banyumas, Wonosobo, Brebes, dan Cilacap itu menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan yang layak dan mudah dijangkau.
Di empat kabupaten tersebut, pekerjaan berjalan paralel pada struktur bawah dan atas, rangka atap baja, penutup atap, finishing arsitektur, serta pekerjaan Mechanical, Electrical, and Plumbing atau MEP. Hingga awal Juni 2026, progresnya menunjukkan capaian berbeda di tiap lokasi, dengan Banyumas mencapai 76,22%, Wonosobo 56,32%, Cilacap 49,46%, dan Brebes 47,61%.
Percepatan dilakukan di lapangan
WIKA menyebut percepatan itu ditempuh melalui penambahan tenaga kerja, alat, material, dan penyesuaian strategi kerja. Seluruh proyek di empat kabupaten tersebut melibatkan 4.483 tenaga kerja untuk menjaga ritme pembangunan tetap sesuai target.
Di Banyumas, jumlah tenaga kerja dinaikkan dari 1.200 orang menjadi 1.700 orang. WIKA juga menambah 14 unit mobile crane untuk pekerjaan erection atap baja dan memastikan material sudah 100% tersedia di lokasi pada 7 Juni 2026.
Masih di lokasi yang sama, pekerjaan jalan akses telah selesai 100%. Kondisi itu membantu mobilisasi pekerjaan di lapangan menjadi lebih lancar.
Di Wonosobo, tenaga kerja ditambah dari 1.100 orang menjadi 1.200 orang. Perusahaan juga menambah excavator, hyab crane, dan concrete pump, lalu menaikkan jumlah supplier batching plant dari dua menjadi empat.
WIKA turut mengubah metode pelat lantai dua menjadi pelat bondek agar pekerjaan struktur bisa dipercepat. Langkah serupa memperlihatkan bahwa penyesuaian teknis menjadi salah satu kunci percepatan proyek.
Brebes dan Cilacap dikejar dengan strategi berbeda
Di Brebes, percepatan dilakukan melalui penambahan tenaga kerja untuk pekerjaan erection baja menjadi 320 orang. WIKA juga menambah mobile crane, excavator, dozer, dan pompa untuk memperlancar pekerjaan.
Pengiriman struktur baja di Brebes dipercepat hingga 2.250 ton. Selain itu, material HCS seluas 13.183 meter persegi turut didorong masuk untuk menjaga ritme pekerjaan tetap stabil.
Sementara itu, di Cilacap, tenaga kerja ditambah menjadi 1.200 orang. WIKA juga menambah tower crane, mobile crane, excavator, dan pompa, serta menaikkan jumlah supplier batching plant dari tiga menjadi enam.
Proses fabrikasi baja di Cilacap dilakukan secara desentralisasi di enam lokasi. Skema ini dipakai agar pasokan material bergerak lebih cepat dan efisien di lapangan.
WIKA menegaskan percepatan pembangunan tersebut sejalan dengan dukungan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dalam menghadirkan infrastruktur yang berdampak langsung bagi masyarakat. Langkah ini juga mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya Asta Cita ke-4 yang menekankan penguatan sumber daya manusia melalui peningkatan akses dan kualitas pendidikan.
Melalui pengerjaan yang terus dipercepat di empat kabupaten, WIKA berharap fasilitas Sekolah Rakyat di Jawa Tengah dapat segera dimanfaatkan masyarakat. Seluruh proyek itu ditargetkan rampung sebelum pertengahan Juni 2026 agar akses pendidikan yang lebih merata bisa segera dirasakan.
