Bank Mandiri menyiapkan sejumlah pinjaman non KUR yang memberi ruang pembiayaan lebih leluasa bagi nasabah dengan kebutuhan dana besar. Di antara yang paling menonjol, ada produk dengan plafon hingga Rp1,5 miliar dan tenor sampai 15 tahun, sehingga cicilan bisa disusun lebih ringan sesuai kemampuan bayar.
Skema seperti ini banyak dicari oleh calon debitur yang tidak masuk kriteria KUR atau membutuhkan limit di atas program bersubsidi. Selain itu, penggunaan dananya juga lebih beragam, mulai dari kebutuhan konsumtif hingga pengembangan usaha, selama tetap memenuhi syarat dan analisis kelayakan dari pihak bank.
Plafon besar dan tenor panjang jadi pembeda utama
Salah satu daya tarik utama pinjaman non KUR di Bank Mandiri adalah fleksibilitas plafon dan jangka waktu angsuran. Mengacu pada informasi yang dimuat KORANLINGGAUPOS.ID, kredit non subsidi di bank ini dirancang agar nasabah bisa menyesuaikan skema pembayaran dengan kondisi keuangan masing-masing.
Tenor yang panjang membantu nasabah menjaga cicilan tetap terkendali. Hal ini menjadi penting ketika kebutuhan dana yang diajukan juga besar, karena pembayaran bulanan dapat dibuat lebih terukur dan tidak terlalu membebani arus kas.
Mandiri Kredit Multiguna untuk kebutuhan beragam
Di antara produk yang tersedia, Mandiri Kredit Multiguna atau KMG menjadi salah satu yang paling dikenal. Kredit ini ditujukan bagi nasabah yang membutuhkan dana besar dengan dukungan agunan seperti rumah, ruko, atau kendaraan bermotor.
KMG bisa dipakai untuk berbagai kebutuhan, seperti biaya pendidikan, renovasi rumah, pernikahan, hingga pengeluaran kesehatan. Karena menggunakan jaminan, bunga produk ini disebut relatif lebih kompetitif dibanding kredit tanpa agunan.
Tenor KMG menyesuaikan profil debitur
Struktur tenor pada KMG dibedakan berdasarkan jenis nasabah. Untuk pegawai, tenor pinjaman bisa mencapai 15 tahun, sementara untuk profesional maksimal 10 tahun.
Bagi wiraswasta, jangka waktu pinjaman tersedia hingga 7 tahun. Perbedaan ini memberi ruang penyesuaian yang lebih luas, terutama bagi debitur yang ingin menekan besaran cicilan bulanan.
Alternatif untuk pelaku usaha lewat KUM
Selain KMG, Bank Mandiri juga menyalurkan Mandiri Kredit Usaha Mikro atau KUM. Produk ini ditujukan bagi pelaku UMKM yang belum memenuhi syarat untuk mendapatkan KUR subsidi.
KUM menawarkan plafon pembiayaan hingga Rp1,5 miliar dengan tenor maksimal sampai 15 tahun. Dana dari fasilitas ini dapat digunakan untuk modal kerja tambahan maupun investasi usaha, sehingga menjadi opsi bagi pelaku usaha yang ingin memperbesar skala bisnis tanpa bergantung pada subsidi bunga.
Proses yang relatif cepat untuk kebutuhan usaha
KUM juga disebut memiliki proses pencairan yang relatif cepat. Untuk plafon tertentu, produk ini bahkan menyediakan opsi tanpa jaminan, sehingga dapat membantu pelaku usaha yang belum memiliki agunan memadai.
Meski begitu, persetujuan tetap tidak bisa dilepaskan dari penilaian kredit. Bank tetap melihat kelayakan pemohon sebelum memberikan fasilitas pembiayaan, sehingga kemudahan proses tidak menghilangkan prinsip kehati-hatian.
KSM untuk kebutuhan konsumtif dan pegawai tetap
Untuk kebutuhan nonusaha, Bank Mandiri menyediakan Mandiri Kredit Serbaguna atau KSM. Produk ini termasuk kredit tanpa agunan dan ditujukan bagi pegawai tetap, profesional, hingga pensiunan.
KSM dapat digunakan untuk perjalanan, renovasi ringan, pembelian barang elektronik, atau kebutuhan mendesak lainnya. Karena tidak memerlukan jaminan, pengajuannya cenderung lebih praktis, meski tetap bergantung pada kemampuan bayar dan riwayat kredit pemohon.
Cocok bagi debitur dengan kebutuhan berbeda
Ragam produk non KUR di Bank Mandiri memberi pilihan yang bisa disesuaikan dengan kondisi calon debitur. Pegawai formal dapat mempertimbangkan KMG atau KSM sesuai tujuan pembiayaan, sedangkan pelaku usaha yang belum lolos KUR dapat melihat KUM sebagai jalur alternatif untuk modal atau ekspansi.
Dengan plafon yang bisa mencapai Rp1,5 miliar dan tenor hingga 15 tahun, pinjaman non KUR Bank Mandiri tetap relevan bagi mereka yang membutuhkan skema pembiayaan lebih fleksibel. Prinsip kehati-hatian tetap menjadi dasar penyaluran, sehingga syarat pengajuan dan analisis kelayakan tetap menentukan persetujuan kredit.







