Playoff Indonesian Basketball League (IBL) 2026 langsung menghadirkan tekanan besar sejak putaran pertama dimulai pada Sabtu, 23 Mei. Dengan sistem best-of-three di fase awal dan keunggulan kandang lebih dulu untuk tim berposisi lebih rendah, setiap pertandingan membuka peluang kejutan yang tidak kecil.
Format baru ini membuat jalan menuju gelar juara terasa lebih ketat sejak bola pertama dilempar. Tim yang lolos ke semifinal dan final masih harus melewati format best-of-five, sehingga konsistensi akan diuji lebih panjang di dua fase penentuan itu.
Pola pertandingan dibuat berbeda di tiap fase
Direktur Utama IBL, Junas Miradiarsyah, menjelaskan bahwa playoff musim ini memang memakai format yang berbeda pada setiap tahap. Putaran pertama menggunakan best-of-three, sedangkan semifinal dan final beralih ke best-of-five.
Skema tersebut menjaga persaingan tetap seimbang dan intensitas laga tetap tinggi. Di sisi lain, tim unggulan tetap memegang keuntungan penempatan kandang, meski tim yang finis lebih bawah tetap punya kesempatan mencuri momentum lebih awal.
Tim bawah punya ruang untuk memberi kejutan
Keuntungan tampil lebih dulu di kandang sendiri pada putaran pertama menjadi salah satu poin penting dari format baru ini. Karena urutan venue mengikuti posisi akhir di musim reguler, tim peringkat bawah tidak langsung kehilangan kesempatan untuk menekan lawan sejak awal seri.
Situasi itu membuat fase pembuka menjadi sangat krusial. Dalam format best-of-three, ruang untuk memperbaiki kesalahan sangat terbatas, sehingga hasil satu laga saja bisa sangat memengaruhi nasib tim.
Laga pembuka langsung menyita perhatian
Sorotan awal tertuju pada duel Satria Muda Pertamina melawan Hangtuah Jakarta. Hangtuah lebih dulu menjadi tuan rumah di GOR Ciracas, Jakarta Timur, pada Sabtu, 23 Mei, pukul 17.00 WIB.
Gim kedua akan berpindah ke Bandung Arena pada Rabu, 27 Mei. Jika kedudukan imbang setelah dua pertandingan, gim ketiga tetap dimainkan di kandang tim unggulan pada Sabtu, 30 Mei.
Jadwal awal playoff sudah tersusun
Selain duel tersebut, Kesatria Bengawan Solo juga dijadwalkan menghadapi Bogor Hornbills di Sritex Arena, Solo, pada Sabtu, 23 Mei. Pertemuan lain mempertemukan RANS Simba Bogor dengan Pelita Jaya Jakarta di Gymnasium SV IPB, Bogor, pada Minggu, 24 Mei.
Tangerang Hawks juga akan menjamu Dewa United Banten di Indomilk Arena, Tangerang, pada Kamis, 28 Mei. Seluruh pasangan di putaran pertama mengikuti pola kandang-tandang yang sama sesuai posisi akhir pada musim reguler.
Jalur menuju juara berlangsung sampai akhir Juni
IBL menargetkan putaran pertama selesai pada 1 Juni. Setelah itu, semifinal dijadwalkan berlangsung pada 5-15 Juni 2026, lalu final digelar pada 19-28 Juni 2026 untuk memperebutkan gelar juara IBL 2026.
Dengan format best-of-five di dua fase terakhir, tim tidak cukup hanya tampil bagus dalam satu pertandingan. Ketahanan fisik, strategi, dan ketajaman eksekusi akan ikut menentukan siapa yang mampu bertahan sampai akhir.
Source: www.viva.co.id






