Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, memastikan tidak ada lagi pemadaman listrik di Jawa. Keyakinan itu disampaikan seiring penguatan sistem kelistrikan yang dilakukan PLN untuk menjaga pasokan tetap stabil.
Penguatan tersebut salah satunya bertumpu pada tambahan pasokan batu bara berkalori di atas 4.500 kcal per kg. Darmawan menjelaskan, pada Juli ini PLN menerima tambahan 1,8 juta ton, kemudian Agustus sampai Desember mendapat tambahan sekitar 3 juta ton dari pasokan existing.
PLN siapkan pembangkit agar lebih fleksibel
Selain mengamankan suplai batu bara, PLN juga menyiapkan modifikasi atau retrofit pembangkit listrik tenaga uap. Langkah ini dilakukan agar pembangkit dapat menggunakan batu bara berkalori rendah ketika spesifikasi pasokan berubah.
PLN merujuk keberhasilan retrofit PLTU Suralaya 6 dan 7 sebagai contoh. Kedua unit itu kini mampu menggunakan batu bara berkalori sekitar 4.100–4.300 kcal per kg, lebih rendah dari spesifikasi awal 4.600–4.800 kcal per kg.
| Periode | Tambahan Pasokan Batu Bara untuk PLN | Keterangan |
|---|---|---|
| Juli | 1,8 juta ton | Batu bara berkalori di atas 4.500 kcal per kg |
| Agustus sampai Desember | Sekitar 3 juta ton | Berasal dari pasokan existing |
Tambahan kuota difokuskan untuk kebutuhan dalam negeri
Di sisi lain, Kementerian ESDM menambah kuota produksi batu bara khusus untuk kebutuhan operasional pembangkit PLN. Direktur Jenderal Mineral dan Batu bara Kementerian ESDM, Tri Winarno, menegaskan bahwa tambahan itu hanya diperuntukkan bagi PLN.
Kepada www.viva.co.id, Tri mengatakan pemerintah ingin menjaga stabilitas pasokan batu bara tanpa membuat pasar internasional mengalami kelebihan suplai. Pemerintah juga tidak ingin menahan produksi batu bara yang justru bisa memicu persoalan pasokan bagi pembangkit.
Tri mempersilakan para pengusaha tambang yang ingin mengajukan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya atau RKAB sampai 31 Juli. Namun, tambahan kuota yang dibahas pemerintah tetap difokuskan untuk kebutuhan PLN.
Revisi RKAB dan fokus pasokan
Kebijakan ini ditempatkan untuk menjaga pasokan batu bara tetap aman sekaligus menghindari gangguan listrik di sistem Jawa. Pemerintah menegaskan tambahan kuota bukan untuk mendorong oversupply di pasar luar negeri, melainkan untuk mengejar kebutuhan pembangkit dalam negeri.
Dengan pasokan tambahan dan pembangkit yang makin fleksibel, PLN menyatakan sistem kelistrikan di Jawa kini diperkuat. Kombinasi itu menjadi dasar keyakinan perusahaan bahwa pemadaman listrik tidak akan kembali terjadi.
