PLTS Atap APL di Jawa Timur Pangkas Emisi, Industri Kesehatan Makin Sulit Abaikan Energi Bersih

Author: Redaksi Android62

Pemanfaatan PLTS atap di fasilitas distribusi PT Anugerah Pharmindo Lestari (APL) di Jawa Timur menjadi langkah baru yang memperkuat pengurangan emisi di sektor farmasi. Instalasi ini diperkirakan mampu menekan emisi karbon hingga 264 ton setara karbon dioksida atau tCO2e per tahun.

Manfaat lingkungan itu setara dengan penanaman sekitar 1.056 pohon setiap tahun. Di saat yang sama, listrik dari panel surya tersebut juga membantu kebutuhan operasional fasilitas agar berjalan dengan sumber energi yang lebih bersih.

Kapasitas dan kontribusi listrik

PLTS atap yang dipasang di lokasi itu berdiri di atas area sekitar 883,32 meter persegi. Sistemnya memiliki kapasitas terpasang 202,2 kilowatt peak atau kWp dan diproyeksikan menghasilkan sekitar 292.237 kilowatt hour atau kWh listrik per tahun.

Tambahan pembangkit surya di Jawa Timur ini melengkapi jejak energi terbarukan APL yang sebelumnya sudah diterapkan di National Distribution Center Cikarang dan titik distribusi di Medan. Dengan perluasan tersebut, total produksi energi surya perusahaan diperkirakan mencapai 1,4 gigawatt hour atau GWh per tahun.

Komitmen bisnis dan transisi energi

Presiden Direktur PT Anugerah Pharmindo Lestari Christophe Piganiol menegaskan bahwa sektor kesehatan dan keberlanjutan saling berkaitan erat. Ia menyebut perusahaan memandang tanggung jawab untuk mendukung masa depan yang lebih hijau sebagai bagian dari komitmen jangka panjang.

“PLTS atap baru ini mencerminkan komitmen jangka panjang kami untuk membangun ekosistem layanan kesehatan yang lebih berkelanjutan sekaligus mendukung target energi terbarukan Indonesia,” ujar Christophe Piganiol dalam keterangan yang dikutip Suara.com, Kamis (18/6/2026).

Pernyataan itu menunjukkan bahwa energi surya kini dipandang sebagai bagian dari strategi operasional, bukan sekadar pelengkap. Di sektor farmasi, kebutuhan listrik yang stabil tetap bisa berjalan seiring dengan upaya menekan jejak karbon melalui sumber energi bersih.

Kolaborasi teknis dan upaya lanjutan

Pembangunan PLTS atap di Jawa Timur dilakukan melalui kerja sama dengan PT Investasi Hijau Selaras atau HIJAU. Perusahaan ini menyediakan solusi energi bersih yang dirancang untuk membantu industri menekan emisi sekaligus meningkatkan efisiensi energi.

Presiden Direktur HIJAU Victor Samuel menilai proyek tersebut dapat menjadi katalis adopsi teknologi hijau yang lebih luas di berbagai sektor industri di Indonesia. Ia melihat sektor kesehatan memiliki peran penting dalam mendorong penerapan energi bersih yang lebih luas.

“Kami yakin proyek ini akan berfungsi sebagai katalis, menginspirasi adopsi teknologi hijau yang lebih luas di berbagai industri di seluruh Indonesia,” kata Victor.

Di luar PLTS atap, APL juga menjalankan elektrifikasi armada distribusi dan audit energi di sejumlah fasilitas. Rangkaian langkah itu menempatkan efisiensi energi dan pengurangan emisi sebagai agenda yang terus berjalan, bukan hanya proyek tunggal.

Source: www.suara.com
Berita Terbaru