PNBP Visa Naik 6,42 Persen Saat Penerbitan Turun, Ini Sisi Lain Imigrasi

Author: Redaksi Android62

Direktorat Jenderal Imigrasi mencatat Penerimaan Negara Bukan Pajak dari sektor visa mencapai Rp2.815.639.500.000 pada semester I 2026. Angka itu naik 6,42 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025, meski jumlah penerbitan visa justru menurun.

Kenaikan di tengah ketidakpastian global ini menunjukkan layanan keimigrasian masih menyumbang penerimaan yang kuat bagi negara. Di saat yang sama, Imigrasi juga memperketat pengawasan terhadap pergerakan orang asing dan lalu lintas lintas negara.

Pengawasan dan penindakan tetap berjalan ketat

Sepanjang enam bulan pertama 2026, Imigrasi menjalankan 10.911 tindakan administratif keimigrasian. Dari jumlah itu, 3.260 di antaranya berupa pembatalan izin tinggal dan deportasi terhadap pihak yang dinilai melakukan kegiatan berbahaya, mengancam ketertiban umum, atau melanggar aturan.

Lembaga itu juga memproses hukum 23 orang warga negara asing. Sebanyak 17 orang masih pada tahap penyidikan, empat lainnya telah masuk proses persidangan, dan satu orang sudah berkekuatan hukum tetap.

Selain itu, sebanyak 401 warga negara Indonesia dan 36 warga negara asing dicegah keluar Indonesia atas permintaan aparat penegak hukum. Imigrasi juga memasukkan 2.102 warga negara asing ke dalam daftar penangkalan, dengan 93,2 persen atau 1.959 orang terkait pelanggaran keimigrasian.

Arus perlintasan masih tinggi

Data perlintasan menunjukkan 12.891.069 kedatangan dan 12.866.474 keberangkatan, baik untuk warga negara asing maupun warga negara Indonesia. Angka yang nyaris seimbang itu menggambarkan mobilitas lintas negara yang masih tinggi.

Di lapangan, petugas turut melakukan 1.704 penundaan keberangkatan terhadap pelintas yang terindikasi berisiko. Pada layanan dokumen, Imigrasi menerbitkan 1.673.816 paspor dan menolak 9.017 permohonan yang tidak memenuhi persyaratan.

Jenis visa tertentu masih diminati

Selama semester I 2026, total penerbitan visa tercatat 3.924.500, turun 6,77 persen dari 4.209.465 pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan paling tajam terjadi pada Bebas Visa Kunjungan atau BVK yang merosot 87,91 persen dari 438.423 menjadi 52.999.

Meski begitu, Visa Kunjungan indeks C1 justru naik 2,76 persen menjadi 3.829.902 penerbitan dari 3.726.855 pada 2025. Data ini memperlihatkan bahwa pelemahan pada satu skema tidak otomatis menekan seluruh layanan visa.

Untuk jenis visa yang paling banyak diterbitkan pada Januari hingga Juni 2026, Visa on Arrival berada di posisi teratas dengan 3.481.490 penerbitan. Setelah itu ada Visa Kunjungan indeks C1 sebanyak 113.323 dan Visa Kunjungan indeks C20 untuk keperluan instalasi alat sebanyak 83.852.

Wisatawan dan skema khusus masih menopang layanan

Hendarsam Marantoko menyebut pendekatan Imigrasi kini tidak lagi bertumpu pada mengejar jumlah layanan semata. Menurut dia, transformasi digital dan selective policy dipakai untuk memastikan setiap orang asing yang masuk ke Indonesia memberi nilai tambah bagi ekonomi nasional tanpa mengabaikan keamanan negara.

Dominasi kunjungan wisatawan mancanegara masih dipimpin Australia dengan 848.802 kunjungan. Tiongkok menyusul 668.432 kunjungan, kemudian India 334.107, Korea Selatan 202.101, dan Amerika Serikat 186.463.

Imigrasi juga mencatat implementasi Golden Visa yang menunjukkan sinyal positif dengan 143 penerbitan. Selain itu, ada 23.082 penerbitan Izin Tinggal Terbatas atau ITAS, 3.330 penerbitan Izin Tinggal Tetap atau ITAP, serta 54 permohonan Global Citizenship of Indonesia yang telah diproses.

Capaian semester pertama 2026 itu menjadi pijakan untuk memperbaiki ekosistem pelayanan publik pada paruh kedua tahun ini. Ditjen Imigrasi menyatakan akan terus menyesuaikan tugas dan fungsinya agar tetap responsif terhadap tantangan global yang dinamis.

Source: mediaindonesia.com
Berita Terbaru