Tiga sekolah binaan MPM Honda Jatim menguasai tiga besar Lomba Kompetensi Siswa tingkat Provinsi Jawa Timur dari bidang Teknik dan Bisnis Sepeda Motor Honda. SMKN 1 Jenangan keluar sebagai juara pertama, disusul SMKN 1 Badegan di posisi kedua, dan SMKN 1 Bendo Magetan di peringkat ketiga.
Hasil itu menjadi penanda bahwa pembinaan vokasi yang dilakukan MPM Honda Jatim bersama sekolah mitra berjalan kuat. Capaian tersebut juga memperlihatkan bahwa jalur pendidikan yang dekat dengan kebutuhan industri mampu melahirkan siswa yang siap bersaing di dunia otomotif.
Dominasi siswa dari sekolah binaan ini tidak lepas dari pola pembelajaran yang menekankan praktik. Lingkungan belajar yang dibangun di sekolah mitra MPM Honda Jatim membuat peserta terbiasa bekerja dengan standar yang mendekati kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Dalam ajang seperti LKS, kesiapan praktis seperti itu menjadi pembeda penting. Peserta bukan hanya dituntut cepat dalam menyelesaikan tugas, tetapi juga harus tepat, rapi, dan presisi saat menghadapi penilaian kompetensi.
Pembinaan yang dijalankan MPM Honda Jatim tidak berhenti pada hasil lomba semata. Upaya itu mencakup penyelarasan kurikulum berbasis industri, pelatihan guru, serta peningkatan kompetensi pembelajaran agar proses belajar lebih sesuai dengan kebutuhan kerja nyata.
Dukungan lain juga diberikan melalui penguatan fasilitas praktik. Tempat Uji Kompetensi dan Teaching Factory menjadi bagian dari ekosistem pembelajaran yang membuat siswa tidak hanya menerima materi teknis, tetapi juga berlatih dalam suasana yang menyerupai lingkungan industri.
Technical Service Division Head MPM Honda Jatim, M. Bondan Priyoadi, menilai capaian tersebut sejalan dengan semangat Sinergi Bagi Negeri. Ia menekankan bahwa kolaborasi antara pendidikan dan industri dapat menghasilkan lulusan yang kompeten serta siap kerja.
Bondan juga menyebut siswa TSM Honda telah memenuhi standar keterampilan yang dibutuhkan AHASS. Menurut dia, kemampuan yang sesuai standar penting karena ikut memengaruhi rasa aman dan kepercayaan konsumen terhadap layanan.
Jangkauan pembinaan MPM Honda Jatim pun terbilang luas. Perusahaan ini tercatat membina 100 SMK di Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur, sehingga program yang dijalankan tidak hanya terfokus pada sekolah yang menjuarai LKS Jawa Timur.
Skala pembinaan tersebut menunjukkan bahwa penguatan vokasi dilakukan secara berkelanjutan. Sekolah mitra diarahkan memiliki ekosistem belajar yang lebih kuat dan adaptif terhadap kebutuhan industri otomotif, bukan hanya mengejar hasil sesaat di arena kompetisi.
Prestasi tiga sekolah binaan di podium LKS Jawa Timur menjadi bukti bahwa pembelajaran yang dekat dengan dunia industri memberi hasil nyata. Dengan dukungan pelatihan, penyelarasan standar, dan fasilitas praktik yang memadai, siswa TSM Honda binaan MPM Honda Jatim tetap didorong untuk terus kompetitif dan siap memberi kontribusi di industri otomotif melalui semangat Sinergi Bagi Negeri.
Source: duta.co






