Polisi bersama pengurus lingkungan di Sawangan, Depok, turun memeriksa kabar yang sempat membuat warga resah soal pocong keliling yang disebut meminta tali kafannya dibukakan. Setelah dicek, tidak ada bukti di lapangan yang menunjukkan adanya teror seperti yang ramai dibicarakan.
Kabar itu berawal dari pesan berantai yang menyebar di lingkungan Pasir Putih lalu ikut ramai di media sosial. Isinya dikaitkan dengan penampakan makhluk halus di sekitar wilayah setempat, sehingga sebagian warga ikut cemas sebelum kebenaran informasinya jelas.
Asal cerita dari pembahasan pemakaman
Sumber kabar ini ternyata terkait cerita yang muncul di sekitar proses pemakaman di TPU terdekat. Dari keterangan penggali makam, ada jenazah yang dikuburkan tanpa melepas tali pengikat kain kafan karena permintaan pihak tertentu.
Cerita tersebut kemudian berkembang di tengah warga dan masuk ke grup percakapan lingkungan. Dari titik inilah narasi yang semula hanya soal proses pemakaman berubah menjadi isu yang dibaca sebagai kemunculan pocong.
Ketua RT 04 RW 04 Kelurahan Pasir Putih, Herman, membenarkan bahwa obrolan soal “penampakan pocong” memang sempat muncul di wilayahnya. Namun, ia menegaskan bahwa informasi mengenai pemakaman tidak bisa langsung dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya kejadian mistis.
Pengecekan dilakukan agar warga tidak semakin resah
Karena rumor terus menyebar, pengurus lingkungan bersama kepolisian melakukan pengecekan untuk memastikan kondisi sebenarnya. Langkah itu diambil agar keresahan warga tidak makin meluas hanya karena informasi yang belum terverifikasi.
Hasil pemeriksaan menunjukkan situasi di Sawangan tetap aman dan kondusif. Pihak terkait juga memastikan tidak ada peristiwa teror pocong yang benar-benar terjadi di wilayah tersebut.
Herman menegaskan kabar yang beredar tidak benar. Ia menyebut, “Isu yang beredar gentayangan pocong di lingkungan itu tidak ada dan tidak benar alias hoax.”
Media sosial mempercepat penyebaran rumor
Kasus ini memperlihatkan bagaimana cerita bernuansa mistis bisa cepat berubah menjadi kepanikan. Saat sebuah informasi dibagikan tanpa pengecekan, rasa takut sering muncul lebih dulu daripada kepastian fakta.
Penyebaran kabar itu juga melebar lewat media sosial, termasuk melalui video dari akun TikTok @/kurirbetawi yang menyoroti cerita tersebut. Dalam video yang beredar, narasi yang disampaikan ikut mendorong warga agar tetap waspada, meski tidak ada bukti yang menguatkan klaim tentang pocong keliling.
Kondisi seperti ini membuat warga perlu lebih teliti saat menerima pesan berantai. Apalagi jika isi pesannya mengandung unsur menakutkan dan tidak disertai sumber yang jelas serta dapat dipertanggungjawabkan.
Imbauan agar tidak mudah terpancing
Dari peristiwa di Pasir Putih, aparat dan pengurus lingkungan sudah memberi kepastian bahwa kabar pocong keliling itu hanyalah hoaks. Klarifikasi seperti ini penting supaya warga tidak terus terpengaruh cerita yang belum jelas asal-usulnya.
Warga juga diingatkan untuk memeriksa ulang informasi sebelum menyebarkannya ke orang lain. Dalam kasus ini, isu yang sempat memicu keresahan ternyata tidak memiliki dasar kejadian nyata dan sudah dipastikan tidak benar oleh pihak setempat.
Peristiwa di Sawangan menjadi contoh bahwa rumor yang dibungkus cerita horor bisa menimbulkan kepanikan meski tanpa bukti. Karena itu, verifikasi informasi tetap menjadi langkah penting agar lingkungan tidak dirugikan oleh kabar palsu yang cepat menyebar.
Source: www.suara.com






