Polisi Telusuri Pengendali Markas Judol Hayam Wuruk, 321 WNA Ikut Disisir Hingga Atas

Author: Redaksi Android62

Polri terus menelusuri siapa pengendali utama markas judi online di sebuah gedung di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat. Penggerebekan di lokasi itu memang berujung pada 321 orang diamankan, tetapi aparat menegaskan pengejaran tidak akan berhenti pada pelaku yang berada di lapangan.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Wira Satya Triputra, menyebut penyidikan akan diarahkan sampai ke pihak yang berada di atas para tersangka. Menurut dia, para warga negara asing yang sudah ditangkap masih berada dalam struktur kerja yang terorganisir dan menempati posisi koordinator untuk masing-masing peran operasional.

Operasi yang berlangsung di gedung itu

Saat digerebek, para tersangka ditangkap dalam keadaan tertangkap tangan ketika sedang mengoperasikan situs judi online. Polisi menyebut seluruh aktivitas itu berlangsung di lokasi yang memang dipakai khusus untuk operasional perjudian online.

Gedung tersebut diduga telah digunakan sebagai markas selama sekitar dua bulan. Para pelaku disebut menyewa lantai gedung itu sebagai pusat kegiatan, sementara tempat tinggal mereka berada di kawasan sekitar tower.

Mayoritas merupakan WNA Vietnam

Dari 321 orang yang diamankan, mayoritas adalah warga negara Vietnam. Selain itu, polisi juga mengamankan warga negara China, Myanmar, Laos, Thailand, Malaysia, dan Kamboja.

Rinciannya terdiri dari 228 warga Vietnam, 57 warga China, 13 warga Myanmar, 11 warga Laos, lima warga Thailand, serta masing-masing tiga warga Malaysia dan Kamboja. Seluruhnya diduga bekerja dalam struktur lintas negara untuk menjalankan operasi digital tersebut.

Masuk dengan visa wisata

Sekretaris NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri, Brigjen Untung Widyatmoko, menjelaskan bahwa para WNA itu masuk ke Indonesia dengan visa wisata. Izin tersebut hanya berlaku selama 30 hari.

Karena diduga sudah berada di Indonesia sekitar dua bulan, mereka dinyatakan overstay dan tidak lagi memiliki izin tinggal. Untung juga menyebut mereka masuk tanpa izin kerja, sehingga kondisi itu mengarah pada tindak pidana keimigrasian.

Penelusuran meluas ke jaringan yang lebih besar

Polri kini berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan Ditjen Imigrasi Kemenimipas untuk menindaklanjuti kasus ini. Dalam proses lanjutan, Polri juga mengusulkan pembentukan satuan tugas khusus untuk menangani negara-negara yang masuk daftar subject of interest atau SOI.

Untung menilai penanganan kasus seperti ini tidak akan efektif jika hanya dibebankan kepada Polri. Karena itu, ia menekankan perlunya konsolidasi lintas lembaga agar penindakan bisa menjangkau jaringan yang lebih luas dan tidak berhenti pada pelaku lapangan.

Fokus utama penyidikan kini adalah membongkar siapa yang mengendalikan markas judi online itu dari atas. Polisi juga masih menelusuri peran 321 orang yang diamankan agar struktur operasional di balik aktivitas di Hayam Wuruk bisa dipetakan sampai tuntas.

Source: news.detik.com
Berita Terbaru