Pilihan motor listrik yang masuk program subsidi Rp7 juta kini terasa jauh lebih luas, terutama karena konsumen bisa menemukan model dengan harga mulai sekitar Rp6 jutaan setelah potongan diterapkan. Di saat yang sama, motor listrik juga menawarkan beban kepemilikan yang lebih ringan karena pemiliknya dibebaskan dari pajak tahunan.
Daya tarik itu membuat motor listrik bukan hanya soal harga awal yang lebih rendah, tetapi juga soal efisiensi untuk pemakaian harian. Dari model paling terjangkau sampai yang sanggup menempuh jarak lebih jauh, pasar kini punya beberapa opsi dengan karakter yang berbeda-beda.
Opsi paling murah tetap jadi pintu masuk utama
Salah satu model yang paling mencuri perhatian adalah Exotic Mi Zone. Setelah subsidi, harganya berada di kisaran Rp6 jutaan, dengan kemampuan melaju hingga 75 km/jam.
Exotic Mi Zone juga menawarkan empat mode berkendara. Kombinasi harga rendah dan fitur dasar itu membuatnya cocok untuk pembeli yang ingin masuk ke motor listrik tanpa tekanan biaya besar.
Di kelas terjangkau lain, Greentech Scood VLE dibanderol sekitar Rp7,5 jutaan setelah subsidi. Keunggulan utamanya ada pada jarak tempuh yang dapat mencapai 100 km dalam sekali pengisian.
Yang mengincar jarak tempuh punya pilihan lebih menarik
Bagi pengguna yang menaruh perhatian besar pada daya jelajah, Polytron Fox R tampil paling menonjol. Motor ini bisa melaju hingga 95 km/jam dan memiliki jarak tempuh sampai 130 km.
Polytron Fox R juga dibekali garansi baterai seumur hidup. Untuk penggunaan yang lebih sering menempuh perjalanan panjang, kombinasi performa dan daya jelajah itu menjadi nilai tambah yang kuat.
Kepraktisan dan kenyamanan ikut menentukan
Alesa Duo masuk sebagai pilihan untuk konsumen yang mengutamakan kepraktisan. Motor ini punya desain simpel dan elegan, dengan waktu pengisian daya sekitar 30 menit.
Setelah subsidi, harga Alesa Duo turun menjadi sekitar Rp19 jutaan. Karakter itu membuatnya menarik bagi pengguna yang ingin waktu isi daya singkat untuk rutinitas harian.
Uwinfly X6 Smart menawarkan pendekatan berbeda lewat posisi duduk yang menyerupai motor matik besar. Ciri ergonomi ini membuatnya lebih cocok untuk pengguna yang memprioritaskan kenyamanan berkendara daripada performa tinggi.
Desain, fitur, dan nama besar sama-sama punya tempat
ECO3 hadir dengan gaya klasik ala skuter Eropa. Di balik tampilan retro itu, motor ini sudah dibekali keyless dan speedometer digital, lalu mampu menempuh jarak hingga 80 km dalam sekali pengisian.
Honda EM1 e: membawa nama besar pabrikan yang sudah dikenal luas. Meski banderolnya disebut lebih tinggi dibanding sejumlah model lain, motor ini menawarkan kualitas, keandalan, dan desain kompak untuk penggunaan perkotaan.
Subsidi tetap punya batas yang jelas
Tidak semua motor listrik bisa masuk program ini. Kendaraan harus diproduksi di Indonesia dan memiliki tingkat komponen dalam negeri atau TKDN minimal 40 persen.
Aturan tersebut membuat subsidi Rp7 juta bukan hanya menekan harga, tetapi juga ikut mengarahkan penguatan industri otomotif dalam negeri. Bagi konsumen, hasilnya adalah pilihan yang lebih beragam, dari model paling murah sampai motor dengan daya jelajah terjauh.







