Ponsel Tak Memicu Api Di SPBU, Ahli Luruskan Anggapan Soal Larangan Itu

Author: Redaksi Android62

Penjelasan ahli menegaskan bahwa penggunaan ponsel di area SPBU tidak memancarkan sinyal yang cukup kuat untuk memicu api. Peneliti dari Pusat Penelitian Elektronika dan Telekomunikasi LIPI, Yuyu Wahyu, menyebut level sinyal dari base transceiver station atau BTS ke ponsel berada pada kisaran kecil, sekitar -90 dBm.

Angka itu menjadi penting karena banyak orang masih mengaitkan larangan bermain ponsel di SPBU dengan dugaan bahwa gelombang ponsel bisa langsung menyalakan uap bahan bakar. Menurut Yuyu, anggapan tersebut tidak tepat, sebab sinyal itu pada dasarnya tidak menimbulkan api.

Di lapangan, tanda larangan menggunakan handphone, HP, smartphone, atau ponsel memang sangat mudah ditemukan di area SPBU. Kehadiran rambu itu membuat banyak orang langsung mengira perangkat tersebut adalah penyebab kebakaran di sekitar dispenser BBM.

Pola pikir seperti itu berkembang karena larangan di SPBU sudah lama hadir di ruang publik. Akibatnya, banyak pengunjung menerima larangan tersebut tanpa menelusuri penjelasan teknis di baliknya.

Sinyal ponsel bukan sumber api

Dari sisi telekomunikasi, perhatian justru tertuju pada kecilnya level sinyal yang diterima ponsel. Besaran sekitar -90 dBm menunjukkan sinyal berada pada level rendah, bukan pada tingkat yang dapat memicu nyala api.

Yuyu Wahyu menyampaikan penjelasan itu saat dihubungi Kompas Tekno. Ia menegaskan secara langsung bahwa sinyal dari BTS ke ponsel tidak menimbulkan api.

Penjelasan ini meluruskan keyakinan umum yang telanjur melekat di masyarakat. Jika larangan bermain ponsel di SPBU dipahami semata-mata karena sinyalnya bisa membakar uap bahan bakar, maka pemahaman itu dinilai tidak sesuai dengan penjelasan teknis.

Mengapa persepsinya terlanjur kuat

SPBU termasuk area yang sensitif karena berhubungan langsung dengan bahan bakar. Kondisi itu membuat setiap larangan di lokasi tersebut mudah dianggap berkaitan dengan bahaya besar, termasuk kebakaran.

Kalimat sederhana seperti “main ponsel bisa bikin kebakaran” juga mudah diterima publik. Sayangnya, kemudahan itu tidak selalu sejalan dengan ketepatan ilmiah.

Karena itu, penjelasan teknis perlu dibedakan dari persepsi yang sudah lama beredar. Tidak semua larangan di ruang publik punya alasan yang sama seperti dugaan yang berkembang di tengah masyarakat.

Aturan tetap perlu dipatuhi

Meski penjelasan ahli menepis anggapan bahwa sinyal ponsel bisa langsung memantik api, larangan di SPBU tetap tidak boleh diabaikan. Rambu dan instruksi petugas tetap menjadi bagian dari tata tertib dan keselamatan di area pengisian bahan bakar.

Pembahasan ini pada akhirnya menunjukkan bahwa sumber kekhawatiran yang sering dibayangkan bukan terletak pada kekuatan sinyal ponsel itu sendiri. Dalam penjelasan Yuyu Wahyu dari LIPI, sinyal tersebut berada pada level kecil dan tidak menimbulkan api.

Berita Terbaru