Pontiac Fiero, Mobil Mid-Engine Amerika yang Hebat di Jalanan tapi Rentan Kontroversi

Pontiac Fiero menempati tempat yang sangat khas dalam sejarah otomotif Amerika. Mobil ini menjadi produksi massal pertama dari Amerika Serikat yang memakai konfigurasi mid-engine, tata letak yang biasanya lebih identik dengan supercar Eropa.

Keberanian Pontiac menghadirkan konsep tersebut ke pasar yang lebih luas membuat Fiero tetap menarik dibahas hingga kini. Di satu sisi, mobil ini menunjukkan ambisi teknis yang jarang muncul pada mobil harian Amerika, tetapi di sisi lain ia juga menyimpan catatan masalah yang sempat merusak reputasinya.

Handling yang menjadi daya tarik utama

Konfigurasi mid-engine memberi Fiero distribusi bobot yang lebih seimbang. Karakter itu membuat pengendalian mobil ini lebih presisi dan stabil dibanding banyak mobil bermesin depan pada masanya.

Pontiac kemudian memperkuat reputasi tersebut saat menghadirkan varian bermesin V6 2.800 cc. Mesin itu menghasilkan tenaga sekitar 140 dk dan dipasangkan dengan transmisi manual lima percepatan.

Sejumlah jurnalis otomotif pada masanya memuji pengendaliannya. Beberapa penguji bahkan menggambarkan sensasi mengemudi Fiero seperti berjalan di atas rel karena stabil saat menikung.

Dirancang sebagai mobil irit untuk penggunaan harian

Meski tampil sporty, Fiero sejak awal tidak dirancang semata-mata untuk mengejar performa tinggi. General Motors melalui divisi Pontiac mengembangkannya sebagai mobil kompak yang hemat bahan bakar setelah dampak krisis minyak pada dekade 1970-an mengubah selera pasar.

Pada tahun pertama produksinya, Fiero memakai mesin empat silinder 2.500 cc Iron Duke dengan tenaga sekitar 98 dk. Pilihan transmisinya terdiri dari manual empat percepatan dan otomatis tiga percepatan.

Angka performanya memang tidak mengejutkan, dengan akselerasi 0 hingga 100 kpj sekitar 11 detik dan kecepatan puncak mendekati 170 kpj. Namun efisiensi bahan bakarnya justru menjadi nilai jual penting, dengan catatan sekitar 21 kilometer per liter untuk perjalanan luar kota.

Konstruksi ringan dan desain yang terasa modern

Salah satu alasan Fiero terasa berbeda adalah penggunaan panel bodi berbahan plastik komposit yang dipasang pada rangka baja space frame. Pendekatan ini membantu menekan bobot kendaraan dan memberi ketahanan lebih baik terhadap korosi.

Dari luar, Fiero tampil rendah dan aerodinamis. Bahasa desain itu membuatnya terlihat lebih modern dibanding banyak mobil Amerika lain yang beredar pada era 1980-an.

Pada saat pasar mulai menaruh perhatian lebih besar pada mobil yang ringan dan efisien, Fiero hadir sebagai jawaban yang cukup berani. Mobil ini menunjukkan bahwa mobil sporty tidak selalu harus berangkat dari performa besar.

Masalah serius yang ikut membayangi

Di balik keunggulan tekniknya, Fiero juga memiliki sisi gelap yang sulit diabaikan. Model tahun 1984 dikenal karena sejumlah kasus kebakaran mesin pada beberapa unit.

Masalah itu umumnya berkaitan dengan kerusakan connecting rod pada mesin Iron Duke yang dapat memicu kebocoran oli. Dalam kondisi tertentu, oli yang bocor bisa mengenai komponen knalpot yang panas lalu menimbulkan kebakaran.

Kasus tersebut berujung pada penarikan kembali sejumlah kendaraan. Insiden ini menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Pontiac selama masa produksi Fiero.

Pontiac terus melakukan berbagai perbaikan pada model-model berikutnya hingga produksi Fiero berakhir pada 1988. Walau hanya diproduksi selama lima tahun, pengaruhnya tetap besar karena mobil ini membuka jalan bagi konsep mid-engine pada mobil produksi massal Amerika.

Hari ini, Pontiac Fiero menjadi salah satu mobil klasik yang banyak diburu kolektor. Statusnya sebagai pionir, ditambah desain yang khas dan sejarah yang penuh warna, membuat namanya tetap menonjol di antara mobil-mobil Amerika dari era 1980-an.

Source: kabaroto.com

Berita Terkait