Porprov Jawa Timur Mulai Melirik Ice Skating, Jalur Baru Menuju Panggung Nasional

Author: Redaksi Android62

KONI Jawa Timur mulai membuka peluang agar ice skating masuk ke ajang Porprov. Langkah ini mendapat dorongan setelah Federasi Ice Skating Indonesia (FISI) Jawa Timur memperlihatkan puluhan atlet muda yang dinilai memiliki basis pembinaan semakin kuat.

Ketua Umum KONI Jatim, Muhammad Nabil, menyatakan pihaknya akan mengupayakan cabang olahraga tersebut dipertandingkan di Porprov. Ia juga menilai skema minimal ekshibisi bisa menjadi tahap awal untuk mengenalkan ice skating sekaligus memperluas minat atlet muda di daerah.

Pembinaan diarahkan ke bibit baru

FISI Jatim memperkenalkan pengurus baru sekaligus menampilkan bakat atlet muda di OCA Ice Skating Arena, Surabaya, Sabtu (20/6/2026) siang. Ketua Harian FISI Jatim, Sondang Aprilia Siahaan, mengatakan fokus kepengurusan sejak Mei lalu adalah pembibitan atlet baru dan perluasan keterwakilan daerah.

Menurut Sondang, kegiatan itu dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa Jawa Timur memiliki bibit potensial yang bisa menembus Porprov hingga PON dua tahun mendatang. Kehadiran jajaran pimpinan KONI Jatim dan PP FISI di arena tersebut juga menandai bahwa pembinaan ice skating di daerah ini mulai mendapat perhatian serius.

Atlet masih terkonsentrasi di Surabaya

Sebaran atlet ice skating di Jawa Timur saat ini masih banyak terpusat di Surabaya. Kendala utamanya adalah belum tersedianya fasilitas lapangan es atau ring di daerah lain.

Meski begitu, FISI Jatim tetap menjaring potensi dari lima wilayah kerja utama, termasuk Sidoarjo, Gresik, Banyuwangi, dan Malang. Pembinaan yang berjalan saat ini mencakup 40 anak di kategori figure skating serta 15 atlet di nomor short track speed.

Sepatu roda jadi pintu masuk cepat

Untuk mengatasi keterbatasan infrastruktur, FISI Jatim memilih kolaborasi dengan komunitas olahraga sepatu roda. Strategi ini dianggap lebih efisien dibanding membina atlet dari awal yang membutuhkan waktu lebih panjang.

Sondang menjelaskan bahwa atlet sepatu roda sudah memiliki modal kecepatan yang bisa dialihkan ke ice skating. Hasil latihan pun disebut cepat terlihat, karena dalam waktu sekitar satu bulan para atlet sudah mampu menunjukkan performa yang dinilai luar biasa.

KONI Jatim lihat peluang menuju Pra-PON

Muhammad Nabil menilai pembinaan yang berjalan saat ini menjanjikan untuk proyeksi jangka panjang. Ia menyebut performa para pemula itu bisa menjadi alat ukur untuk memetakan potensi atlet menuju PON 2028.

Di level regional, KONI Jatim juga mulai menyiapkan kekuatan menghadapi Babak Kualifikasi Pra-PON yang dijadwalkan pada April 2027. Dari 11 nomor perlombaan, sektor short track memiliki 9 nomor yang dinilai bisa dimaksimalkan lewat alumni sepatu roda.

Persaingan regional dan harapan pembinaan lebih muda

Jawa Timur juga memandang Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai pesaing terdekat dalam pembibitan atlet short track. Karena itu, KONI Jatim menyiapkan strategi setelah Rapat Kerja Daerah agar persaingan bisa dihadapi secara lebih terukur.

Nabil turut menyampaikan aspirasi kepada Pengurus Pusat agar batas bawah usia atlet diturunkan dari 14 tahun. Menurutnya, langkah itu penting agar pembibitan bisa dimulai lebih muda dan peluang lahirnya atlet unggulan semakin besar.

Peluang melaju ke level internasional

PP FISI menilai Indonesia punya rekam jejak kuat di Asia Tenggara, termasuk raihan medali perak pada SEA Games terakhir. Ketua Umum PP FISI, Suzan Herawati, menyebut disiplin short track speed skating menjadi sektor yang paling potensial untuk menembus panggung dunia.

Suzan melihat Jawa Timur memiliki peluang besar melahirkan skater yang bisa lolos hingga Winter Olympic. Karena itu, penguatan pembinaan di level daerah kini menjadi bagian penting dari peta besar pengembangan ice skating nasional.

Source: www.newstimes.id
Berita Terbaru