Portal Dapat Suntikan Dana Besar, Jeff Thornburg Siapkan Wahana Orbit Bertenaga Matahari

Portal Space Systems menyiapkan langkah besar di orbit dengan pendekatan yang tidak biasa: memanfaatkan tenaga matahari untuk pendorong berdaya tinggi. Startup ini baru saja mengumumkan pendanaan Seri A sebesar $50 juta, dengan valuasi perusahaan mencapai $250 juta.

Minat investor datang dari nama-nama seperti Geodesic Capital dan Mach33 sebagai pemimpin pendanaan, disertai partisipasi Booz Allen Ventures, ARK Invest, AlleyCorp, dan FUSE. Di tengah dukungan modal itu, Portal juga disebut telah memperoleh $45 juta dari pendanaan strategis militer AS dan tambahan $67.5 juta modal swasta untuk memperkuat pengembangan teknologinya.

Mengapa Portal membidik orbit dengan cara berbeda

Portal tidak mengikuti jalur propulsi satelit yang paling umum saat ini. Perusahaan ini mengembangkan solar thermal propulsion, yaitu sistem yang memusatkan energi matahari untuk memanaskan propelan sebelum menghasilkan dorongan.

Pendekatan tersebut berbeda dari propulsi kimia tradisional maupun mesin listrik kecil yang ditenagai panel surya. Portal menilai sistem berbasis panas matahari dapat memberi dorongan yang lebih kuat sekaligus efisien untuk mobilitas di orbit.

Gagasan ini sebenarnya bukan hal baru bagi dunia antariksa. NASA sudah mempelajari solar thermal propulsion sejak 1960-an dan kembali menelitinya secara mendalam pada akhir 1990-an.

Dalam laporan yang dipesan NASA pada 2003, teknologi itu dinilai punya performa lebih baik dalam banyak kasus. Namun, dorongan untuk membawanya ke tahap lanjut belum sebesar sekarang karena kebutuhan mobilitas luar angkasa saat itu belum berkembang seperti hari ini.

Jeff Thornburg dan jejak panjang di mesin roket

Di balik Portal ada Jeff Thornburg, sosok yang juga pernah berperan penting dalam lahirnya mesin Raptor milik SpaceX. Pengalamannya di bidang propulsi sudah dibangun sejak lama, jauh sebelum bergabung dengan startup ini.

Karier Thornburg dimulai di Angkatan Udara AS, tempat ia mengerjakan program mesin roket generasi berikutnya dengan konsep full-flow staged combustion. Sekitar satu dekade kemudian, Elon Musk merekrutnya ke SpaceX untuk mengubah konsep tersebut menjadi mesin Raptor.

Mesin itu kemudian menjadi komponen utama Starship, roket besar yang menjadi andalan SpaceX untuk misi masa depan. Setelah itu, Thornburg juga sempat bekerja di Stratolaunch dan Amazon’s Project Kuiper sebelum kembali fokus pada pengembangan propulsi.

Di Portal, Thornburg bekerja bersama Ian Vorbach dan Prashaanth Ravindran. Tim ini berupaya menunjukkan bahwa teknologi yang lama dipelajari di laboratorium bisa benar-benar dipakai di orbit.

Pasar orbit berubah, kebutuhan bergerak makin cepat

Thornburg melihat situasi orbital saat ini jauh berbeda dari masa ketika teknologi solar thermal propulsion pertama kali dipelajari. Ribuan satelit baru diluncurkan setiap tahun, sementara kebutuhan militer Amerika Serikat terhadap wahana yang bisa bergerak cepat antarlintasan orbit juga meningkat.

Kondisi itu membuat kecepatan menjadi kebutuhan utama di orbit modern. Thornburg bahkan menegaskan kepada TechCrunch bahwa, “It’s no longer acceptable to move slowly on orbit,” sebagai penanda perubahan tuntutan di ruang angkasa.

Pandangan tersebut ikut menjelaskan mengapa teknologi mobilitas antariksa semakin menarik bagi investor dan pendukung strategis. Booz Allen Ventures melihat potensi penggunaan yang terkait orbital warfare, sedangkan Mach33 memandang peluang yang lebih luas dalam mobilitas antariksa.

Menuju pembuktian lewat uji terbang

Portal masih harus membuktikan bahwa konsep ini dapat bekerja di luar angkasa. Meski begitu, perusahaan mulai menunjukkan kemajuan lewat rangkaian uji yang sudah berjalan dan yang sedang disiapkan.

Elektronika penerbangan perusahaan sudah diluncurkan dalam uji awal mengelilingi Bumi pekan lalu. Setelah itu, prototipe wahana berikutnya dijadwalkan meluncur pada Oktober.

Portal juga menyiapkan demonstrasi mesin lewat peluncuran SuperNova pertama. Wahana itu oleh Thornburg digambarkan sebagai “fighter jet for orbit”, dan uji terbangnya diperkirakan berlangsung pada 2027.

Aaron Burnett, CEO Mach33, menilai orbit akan semakin padat oleh banyak pengguna sekaligus. Dalam situasi seperti itu, operator membutuhkan cara yang lebih murah untuk memindahkan wahana agar tidak saling mengganggu.

Burnett melihat Portal punya peluang menjadi “space mobility prime”, yakni pemain utama penyedia sistem propulsi untuk berbagai kebutuhan di orbit. Target itu sejalan dengan ambisi Portal untuk menghadirkan platform yang bukan hanya canggih, tetapi juga siap digunakan secara operasional.

Langkah lanjutan ke teknologi yang lebih jauh

Portal juga memanfaatkan manufaktur aditif dan ilmu material untuk mengembangkan Hex thruster. Komponen ini menggabungkan konsentrator surya dan nozzle buatan perusahaan sebagai bagian dari sistem pendorong mereka.

Thornburg melihat ada nilai strategis lain dari arah pengembangan tersebut. Ia menilai sebagian teknologi Portal bisa menjadi dasar bagi nuclear thermal propulsion, yaitu sistem yang mengganti panas matahari dengan panas reaktor bila suatu saat dibutuhkan.

Menurutnya, pendekatan itu dapat membantu mematangkan teknologi lebih cepat di orbit dibandingkan membangun fasilitas uji darat senilai $2 miliar yang aman untuk nuklir. Dengan kombinasi dana, dukungan strategis, dan rencana uji terbang yang semakin dekat, Portal kini berada di persimpangan antara inovasi sipil, kebutuhan pertahanan, dan masa depan mobilitas antariksa.

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer