Temuan prospek emas Kolokoa di Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, menjadi sorotan karena lokasinya hanya sekitar 500 meter dari deposit utama Tambang Emas Pani. Kedekatan itu membuat hasil awal pengeboran PT Merdeka Gold Resources Tbk atau EMAS dipandang punya arti strategis bagi pengembangan area tambang di Gorontalo.
Perusahaan menyebut Kolokoa masih berada pada tahap target eksplorasi, tetapi data awalnya sudah memberi gambaran skala yang besar. Dari 30 lubang bor awal, teridentifikasi zona mineralisasi dekat permukaan dengan kadar emas hingga 1,57 gram per ton, sementara estimasi awal sumber daya berada pada kisaran 20 juta hingga 40 juta ton bijih dengan kadar rata-rata 0,3 hingga 0,5 gram per ton.
Sinyal awal yang cukup kuat
Jika kisaran tersebut dihitung secara indikatif, potensi emas Kolokoa disebut setara sekitar 200.000 hingga 600.000 ons emas. Angka itu masih bersifat konseptual dan belum berubah menjadi cadangan maupun sumber daya terukur, sehingga masih memerlukan verifikasi teknis lanjutan.
Direktur Utama PT Merdeka Gold Resources Tbk, Boyke Poerbaya Abidin, mengatakan hasil pengeboran awal memberi sinyal positif bagi pengembangan berikutnya. Ia menyebut, “Berdasarkan 30 lubang bor yang telah dilakukan, Kolokoa mempunyai Target Eksplorasi sebesar 20 hingga 40 juta ton dengan kadar 0,3 hingga 0,5 gram per ton emas.”
Dekat dengan Pani, nilai strategis ikut naik
Salah satu alasan Kolokoa langsung menarik perhatian adalah posisinya yang sangat dekat dengan Tambang Emas Pani. Jarak sekitar 500 meter ini membuka peluang pemanfaatan infrastruktur yang sudah ada di kawasan Pani untuk mendukung pengangkutan material dan proses pengolahan bijih.
Manajemen menilai kedekatan tersebut bisa membantu menekan biaya operasional dan mempercepat integrasi teknis apabila pengembangan diteruskan. Kondisi itu juga dipandang memudahkan pengendalian kadar bijih di dua area, sehingga produksi berpotensi berjalan lebih efisien.
Di sisi teknis, hasil uji bottle-roll pada material oksida menunjukkan tingkat pemulihan emas di kisaran 87 persen hingga 94 persen. Temuan ini menjadi poin penting karena memberi indikasi bahwa material Kolokoa berpeluang cocok dengan fasilitas pengolahan yang sudah beroperasi di Pani.
Data awal yang menopang prospek
Sejumlah data utama dari perusahaan menegaskan posisi Kolokoa sebagai prospek yang masih perlu dibuktikan lebih jauh. Berikut rangkuman informasinya:
- Lokasi prospek: Kolokoa, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo.
- Jarak ke deposit utama Pani: sekitar 500 meter.
- Jumlah lubang bor awal: 30 lubang.
- Target eksplorasi: 20 juta hingga 40 juta ton bijih.
- Kadar emas rata-rata: 0,3 hingga 0,5 gram per ton.
- Kadar tertinggi dekat permukaan: 1,57 gram per ton.
- Recovery emas uji bottle-roll: 87 persen hingga 94 persen.
Boyke juga menyampaikan bahwa penemuan Kolokoa menambah basis sumber daya yang sudah ada di Pani. Ia menyebut sebelumnya telah ada cadangan bijih sebesar 5,2 juta ons emas dari total sumber daya mineral 7 juta ons emas.
Eksplorasi masih berlanjut
Hingga saat ini, tim teknis baru menyelesaikan 30 dari total 82 lubang bor yang direncanakan tahun ini. Artinya, masih ada pekerjaan eksplorasi lanjutan untuk memperjelas batas zona mineralisasi dan memperkuat estimasi sumber daya mineral.
Evaluasi untuk menggabungkan Kolokoa ke dalam rencana induk pengembangan Tambang Emas Pani juga belum rampung. Fokus perusahaan masih berada pada verifikasi data geologi, ketelitian pengukuran sumber daya, dan penilaian kelayakan teknis sebelum masuk ke tahap pengembangan yang lebih besar.
Pani sendiri sudah mulai produksi sejak Februari 2026 dengan target tahunan 115.000 ons emas. Pada kapasitas puncak, proyek ini diproyeksikan mampu menghasilkan lebih dari 500.000 ons per tahun, sehingga temuan Kolokoa berpotensi menambah kekuatan prospek jangka panjang tambang emas tersebut di Gorontalo.







