Prabowo Soroti Indonesia Belum Bisa Bikin Mobil Sendiri, Dorong Kampus Cari Jawaban

Author: Redaksi Android62

Presiden Prabowo Subianto kembali mempertanyakan mengapa Indonesia, setelah 81 tahun merdeka, belum mampu memproduksi mobil buatan sendiri. Pertanyaan itu ia sampaikan di hadapan para akademisi dalam Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Jumat (26/6/2026).

Di forum tersebut, Prabowo mendorong kalangan kampus untuk ikut mencari jawaban atas ketergantungan Indonesia pada produk luar negeri. Ia menilai persoalan itu tidak hanya menyangkut otomotif, tetapi juga komoditas strategis lain seperti benih gandum dan produktivitas kelapa sawit.

Prabowo soroti ketergantungan pada sektor strategis

Dalam pidatonya, Prabowo menyebut dirinya kerap datang ke kampus untuk berdiskusi dengan para ahli. Ia menyinggung sejumlah pertanyaan yang menurutnya belum terjawab tuntas, termasuk mengapa Indonesia masih bergantung pada impor untuk kebutuhan penting.

Ia lalu mengaitkan pertanyaan itu dengan industri otomotif nasional. Menurut dia, hal serupa juga berlaku untuk kendaraan, karena Indonesia belum memiliki mobil yang benar-benar lahir dari kapasitas produksi dalam negeri.

“Kenapa Indonesia setelah 81 tahun tidak bisa bikin mobil buatan sendiri?” ujarnya di hadapan rektor, dekan, dan dosen yang hadir.

Maung dipakai sebagai contoh kendaraan lokal

Prabowo kemudian menjelaskan bahwa pemerintah sudah mulai memberi contoh dengan menggunakan kendaraan produksi dalam negeri. Setelah dilantik sebagai Presiden, ia memilih Maung MV3 Garuda Limousine produksi PT Pindad sebagai mobil kepresidenan.

Ia mengatakan ada rasa puas ketika usai pelantikan di Gedung DPR menuju Istana Merdeka, dirinya langsung memakai mobil karya anak bangsa itu. Prabowo juga menegaskan bahwa desain dan pembuatannya berasal dari Indonesia, meski belum seluruh prosesnya dikerjakan di dalam negeri.

“Tidak 100%, dan tidak ada mobil di dunia yang 100% produknya dari satu negara. Tapi kalau 65%, 70%, itu sudah boleh kita klaim buatan Indonesia,” kata Prabowo.

Masalah teknis tidak boleh menghentikan langkah

Prabowo mengakui masih ada kekurangan teknis pada penggunaan awal Maung sebagai mobil kepresidenan. Ia menyebut sempat ada persoalan, termasuk saat hujan deras yang membuat kendaraan itu bocor.

Namun, ia meminta agar kendala semacam itu diperbaiki, bukan dijadikan alasan untuk berhenti. Menurutnya, sikap itu penting agar industri nasional berani memulai dan terus berkembang.

“Enggak apa-apa, minimal kita mulai, kita harus berani mulai,” ucapnya.

Arah pengembangan mengarah ke kendaraan listrik

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi kemudian menjelaskan bahwa pernyataan Prabowo menekankan kebutuhan akan lebih banyak tenaga ahli terampil untuk mengembangkan kendaraan nasional. Ia menyebut arah yang dibicarakan pemerintah kemungkinan besar mengarah pada mobil dan motor listrik.

Prasetyo mengatakan pemerintah berharap para ahli dari kampus dan dunia riset dapat terlibat untuk menyempurnakan kualitas kendaraan nasional. Fokus pengembangannya tidak hanya pada mobil, tetapi juga pada sepeda motor yang menjadi kebutuhan besar masyarakat Indonesia.

Prabowo turut menyoroti besarnya pasar motor di Indonesia. Ia menyebut sekitar 10 juta motor dibeli setiap tahun, sehingga menurutnya kapasitas produksi nasional layak diperkuat agar Indonesia tidak terus bergantung pada produk luar negeri.

Di hadapan para akademisi, pesan yang dibawa Prabowo cukup jelas: pertanyaan tentang mobil buatan sendiri bukan sekadar kritik, melainkan dorongan agar kampus, peneliti, dan industri bersama-sama mencari jalan menuju kemandirian kendaraan nasional.

Source: www.suara.com
Berita Terbaru