Indonesia tertinggal lebih dulu dari Prancis setelah Jonatan Christie kalah pada partai pembuka laga pamungkas Grup D Thomas Cup di Forum Horsens. Tunggal putra andalan Merah Putih itu tak mampu membendung Christo Popov dan harus menyerah dua gim langsung dengan skor 19-21, 14-21.
Hasil tersebut langsung mengubah arah pertandingan karena beban Indonesia kini bergeser ke wakil berikutnya. Situasi itu membuat setiap angka setelah laga pertama terasa semakin penting bagi tim Merah Putih.
Popov lebih tenang di momen penentuan
Pertarungan antara Jonatan dan Popov berlangsung ketat sejak awal gim pertama. Jonatan sempat membuka keunggulan 10-7, tetapi Popov cepat merapatkan jarak dan menyamakan kedudukan menjadi 10-10.
Selepas interval, duel tetap berjalan saling kejar angka. Jonatan bahkan sempat tertinggal setelah Popov mencatat tiga poin beruntun untuk unggul 15-12, sebelum pemain yang akrab disapa Jojo itu kembali menyamakan skor menjadi 17-17.
Saat papan skor menunjukkan 19-19, Popov tampil lebih efisien dalam dua reli terakhir. Pebulutangkis Prancis itu menutup gim pertama dengan dua angka beruntun untuk merebut kemenangan 21-19.
Gim kedua menjadi milik Christo Popov
Memasuki gim kedua, Jonatan justru mendapat tekanan lebih besar. Popov langsung mengambil kendali permainan dan melaju jauh hingga unggul 11-3 saat interval.
Jonatan berusaha memperkecil ketertinggalan, namun Popov tetap menjaga tempo dan stabil dalam pengumpulan poin. Situasi itu membuat wakil Indonesia kesulitan membalikkan keadaan di sepanjang gim kedua.
Pertandingan akhirnya selesai dengan skor 21-14 untuk Popov. Pukulan smash menyilang dari pemain Prancis itu menjadi penutup laga sekaligus memastikan Prancis unggul 1-0 atas Indonesia.
Peluang Indonesia belum tertutup
Kekalahan Jonatan membuat Indonesia harus mengejar ketertinggalan sejak partai pertama. Kondisi ini menuntut respons cepat dari tim karena peluang untuk menjaga persaingan di Grup D sangat bergantung pada hasil laga-laga berikutnya.
Perhatian kemudian beralih ke nomor tunggal putra selanjutnya yang mempertemukan Alwi Farhan dengan Alex Lanier. Partai tersebut menjadi kesempatan penting bagi Indonesia untuk mendulang poin balasan dan menjaga harapan dalam duel melawan Prancis.
