Prancis kini berada di posisi paling kuat untuk menjuarai Piala Dunia 2026 menurut simulasi terbaru super komputer Opta. Dari 25.000 simulasi, Les Bleus disebut memiliki peluang 34% untuk mengangkat trofi, tertinggi di antara empat semifinalis yang tersisa.
Di bawah Prancis, Spanyol menempel dengan peluang 23,4%, disusul Inggris 21,9% dan Argentina 20,6%. Bola.com mencatat, perhitungan itu disusun berdasarkan capaian keseluruhan keempat tim di ajang Piala Dunia sebelumnya.
Mesin gol Prancis membuat peluang mereka melambung
Keunggulan Prancis tidak lepas dari performa Kylian Mbappé dan Ousmane Dembélé di Amerika Utara. Mbappé telah mengoleksi delapan gol, sementara Dembélé menambah lima gol dan sama-sama menjadi bagian penting dari laju Les Bleus ke fase empat besar.
Keduanya juga mencetak gol saat Prancis menyingkirkan Maroko untuk memastikan tiket semifinal. Catatan itu membuat Prancis menjadi tim kedua dalam 50 tahun terakhir yang memiliki dua pemain dengan lima gol atau lebih pada edisi Piala Dunia FIFA yang sama.
Situasi serupa sebelumnya hanya terjadi pada Brasil di Piala Dunia 2002, ketika Ronaldo mencetak delapan gol dan Rivaldo lima gol. Inggris juga pernah melakukannya lewat Harry Kane dan Jude Bellingham, yang masing-masing membukukan enam gol.
Spanyol datang tanpa kekalahan, duel diperkirakan ketat
Meski Prancis lebih dijagokan, Spanyol membawa modal yang sangat berat untuk diabaikan. La Furia Roja tercatat belum kalah dalam 36 pertandingan terakhir, sebuah rekor tak terkalahkan terpanjang dalam sejarah mereka sejak tumbang 1-0 dari Kolombia pada laga persahabatan Maret 2024.
Dengan modal tersebut, semifinal melawan Prancis diperkirakan berjalan rapat dari awal sampai akhir. Opta tetap menempatkan Les Bleus sedikit lebih unggul, tetapi selisih peluang yang tipis menunjukkan laga ini masih sangat terbuka.
Deschamps mengejar rekor di turnamen terakhirnya
Performa Prancis juga diperkuat faktor kepemimpinan Didier Deschamps. Laga di Piala Dunia kali ini menjadi pertandingan ke-25 yang dipimpinnya di turnamen tersebut, menyamai rekor Helmut Schön.
Semifinal kontra Spanyol menjadi kesempatan bagi Deschamps untuk melewati pencapaian itu di turnamen terakhirnya sebelum mundur. Dalam simulasi Opta, Prancis berhasil menyingkirkan Spanyol untuk mencapai final ketiga beruntun sebanyak 57,7% dari waktu.
| Tim | Peluang Juara | Catatan Singkat |
|---|---|---|
| Prancis | 34% | Difavoritkan super komputer Opta |
| Spanyol | 23,4% | Belum terkalahkan dalam 36 laga terakhir |
| Inggris | 21,9% | Mengejar trofi pertama sejak 1966 |
| Argentina | 20,6% | Masuk empat besar dalam simulasi Opta |
Dengan angka-angka itu, Prancis tetap berdiri sebagai favorit utama, tetapi Spanyol hadir sebagai ancaman paling nyata berkat rekor tak terkalahkan dan kedalaman permainan yang masih terjaga. Laga semifinal ini pun diprediksi menjadi salah satu duel paling seimbang menuju final Piala Dunia 2026.
