Prancis Sudah Tajam dengan 10 Gol, Swedia Diminta Nyaris Sempurna di Belakang

Prancis datang ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 dengan catatan yang sangat meyakinkan. Les Bleus mencetak 10 gol sepanjang fase grup dan menyapu tiga laga dengan kemenangan beruntun.

Modal itu membuat Swedia harus menyiapkan pertahanan terbaik saat kedua tim bertemu di MetLife Stadium, East Rutherford, Rabu (1/7/2026) pagi WIB. Viktor Gyokeres menilai laga ini hanya bisa dijalani dengan konsentrasi penuh dari lini belakang hingga penyelesaian akhir.

Swedia menaruh beban besar pada organisasi bertahan

Penyerang Arsenal itu menegaskan bahwa timnya harus tampil hampir sempurna untuk meredam agresivitas Prancis. Ia juga menyebut Swedia tidak boleh memberi ruang kepada pemain-pemain berbahaya seperti Kylian Mbappe.

“Kami harus menampilkan yang terbaik. Kami harus hampir sempurna dalam mengatur pertahanan, dan tentu saja memaksimalkan peluang yang akan kami dapat dalam pertandingan,” ujar Gyokeres.

Ucapan tersebut menggambarkan betapa besar tantangan yang dihadapi Swedia. Mereka lolos ke fase gugur sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik, sedangkan Prancis melaju sebagai juara Grup I.

Swedia tetap membawa keyakinan meski bukan unggulan

Meski status favorit ada di kubu lawan, Gyokeres menolak sikap gentar. Ia menilai turnamen ini sudah berkali-kali menunjukkan bahwa tim yang tidak diunggulkan tetap bisa meraih hasil besar jika disiplin dan yakin pada diri sendiri.

“Kami percaya diri, kami harus yakin kepada diri sendiri. Kita sudah sering melihat di turnamen ini Anda bisa menang dan Anda bisa tampil bagus meski melawan tim terbaik,” kata Gyokeres.

Sikap itu menjadi bagian penting dari persiapan Swedia menghadapi tekanan besar. Mereka membutuhkan ketenangan untuk bertahan dari gelombang serangan Prancis sekaligus menjaga peluang saat kesempatan kecil muncul.

Efektivitas jadi pembeda di laga penentu

Swedia tidak hanya dituntut bertahan rapat, tetapi juga harus efisien ketika menyerang. Gyokeres menilai peluang yang datang kemungkinan tidak banyak, sehingga setiap kesempatan perlu dimaksimalkan agar pertandingan tetap terbuka.

“Kami mungkin saja underdog, tapi kami masih percaya kepada diri kami sendiri,” ucapnya.

Pernyataan itu merangkum pendekatan Swedia menjelang laga besar tersebut. Mereka sadar Prancis memiliki kualitas dan kedalaman skuad yang kuat, namun keyakinan untuk bersaing tetap menjadi modal utama saat menghadapi salah satu tim paling produktif di turnamen.

Berita Terkait