Produksi Lokal Chery Masih Terkendala, Rencana Ekspor Indonesia Jadi Terganjal Kapasitas

Author: Redaksi Android62

Kapasitas produksi masih menjadi pekerjaan rumah utama jika Chery ingin menjadikan Indonesia lebih dari sekadar pasar penjualan. Pabrikan asal Wuhu, China, itu sudah menempatkan Indonesia dalam peta penting untuk produksi dan ekspor, tetapi langkah berikutnya masih bergantung pada ruang pabrik yang tersedia.

Peta itu mulai terlihat dari aktivitas Chery yang sudah merakit produknya secara CKD di Indonesia. Dari sini, mobil buatan lokal itu juga sudah dikirim ke sejumlah negara ASEAN, sehingga peran Indonesia tidak lagi berhenti pada penjualan domestik.

Dorongan untuk memperbesar peran Indonesia

President of Chery International, Zhang Guibing, menilai Indonesia punya modal besar untuk berkembang sebagai pusat produksi. Ia menyebut biaya produksi di Indonesia lebih menguntungkan dibanding China, sehingga negara ini layak dipertimbangkan untuk memainkan peran yang lebih besar dalam rantai industri Chery.

Pernyataan itu disampaikan di sela Chery International Business Summit 2026 di Wuhu, China. Dari sudut pandang Chery, Indonesia bukan hanya pasar yang menarik, tetapi juga lokasi strategis untuk menopang ekspansi regional.

Namun, dorongan tersebut belum bisa berjalan secepat rencana. Zhang menjelaskan bahwa pabrik rekanan Chery saat ini belum cukup leluasa untuk menaikkan volume produksi dalam waktu singkat.

Kapasitas pabrik jadi penentu

Karena keterbatasan itu, Chery mulai berdiskusi dengan pemerintah Indonesia dan mitra lokal untuk memperbesar kapasitas. Pembahasan ini penting karena rencana menjadikan Indonesia sebagai basis produksi dan ekspor akan sangat bergantung pada kemampuan pabrik menambah output.

Selama kapasitas belum bertambah, langkah ekspansi masih akan berjalan bertahap. Itu membuat posisi Indonesia memang menjanjikan, tetapi belum sepenuhnya siap menjadi pusat produksi yang lebih besar tanpa dukungan infrastruktur dan ruang produksi tambahan.

Di sisi lain, Chery sudah menyiapkan fondasi operasional yang cukup jelas. Saat ini, Chery Grup merakit mobil di fasilitas PT Handal Indonesia Motor (HIM) dengan kapasitas 4.000 unit per tahun.

Selain fasilitas tersebut, Chery juga memanfaatkan pabrik Inchcape di Wanaherang, Bogor, Jawa Barat, untuk mendukung operasinya di Indonesia. Kehadiran dua fasilitas ini menunjukkan bahwa Chery telah menempatkan Tanah Air dalam jalur kerja industri yang lebih permanen.

Pasar besar dan tenaga muda jadi daya tarik

Dari dalam negeri, dorongan untuk memperkuat posisi Indonesia juga datang dari PT Chery Sales Indonesia. President Director PT Chery Sales Indonesia, Zeng Shuo, melihat pasar Indonesia sangat menjanjikan karena jumlah penduduknya besar dan didukung populasi generasi muda yang tinggi.

Bagi Chery, faktor ini punya arti penting dalam jangka panjang. Generasi muda dipandang sebagai salah satu penentu utama masa depan pasar otomotif, terutama ketika banyak merek baru berlomba merebut perhatian konsumen.

Kombinasi pasar yang besar, biaya produksi yang dinilai lebih menarik, dan jejak perakitan lokal membuat Indonesia semakin diperhitungkan. Jika kapasitas produksi berhasil diperbesar, posisi Indonesia berpotensi naik dari pasar penting menjadi simpul produksi yang lebih kuat di kawasan.

Bagi industri otomotif nasional, arah tersebut patut dicermati karena dampaknya tidak berhenti pada angka penjualan. Ketika sebuah merek global mulai berbicara soal basis produksi dan ekspor, peluang investasi, rantai pasok, dan daya saing kawasan ikut terbuka lebih lebar.

Source: oto.detik.com
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru