Dorongan ekspansi brand lokal Indonesia ke Asia Tenggara kini tidak hanya bertumpu pada kemampuan produksi, tetapi juga pada cara produk ditemukan oleh konsumen. TikTok Shop by Tokopedia menempatkan discovery commerce sebagai inti strategi agar produk lokal lebih mudah muncul di hadapan pembeli lintas negara lewat konten, LIVE, dan kolaborasi dengan kreator.
Pendekatan ini dijalankan melalui Program Persiapan Ekspor #LokalMendunia, yang dirancang untuk membantu pelaku usaha memahami pasar baru sebelum memperluas penjualan ke kawasan regional. Dalam model seperti ini, sebuah brand tidak cukup hanya hadir di etalase digital, tetapi juga perlu membangun atensi lewat konten yang tepat.
Discovery commerce jadi jalur masuk
Senior Director of Tokopedia and TikTok Shop Indonesia, Vonny Ernita Susamto, menilai produk lokal Indonesia punya potensi besar untuk bersaing di pasar global. Ia menegaskan bahwa #LokalMendunia membantu brand berekspansi ke Asia Tenggara dengan dukungan ekosistem, data, kolaborasi lintas negara, dan kekuatan discovery commerce.
Pola belanja yang mengandalkan penemuan produk lewat interaksi sosial ini dinilai semakin relevan di pasar digital. TikTok Shop by Tokopedia memakai kombinasi konten, LIVE, dan rekomendasi kreator supaya produk lokal bisa ditemukan secara lebih natural oleh calon pembeli.
Empat tahap pendampingan ekspor
Program #LokalMendunia disusun dalam empat tahap, yaitu seleksi, inkubasi, go-to-market, dan perluasan ekspansi. Skema ini memberi jalur yang lebih terstruktur bagi brand lokal yang ingin masuk ke pasar baru secara bertahap.
Rangkaian pendampingan tersebut juga membantu brand menyesuaikan strategi dengan karakter konsumen di tiap negara. Dengan begitu, ekspansi tidak hanya bergantung pada produk yang siap jual, tetapi juga pada kesiapan operasional dan pemahaman pasar yang lebih matang.
Sejak berjalan pada Desember 2025, program ini telah diikuti 50 brand lokal. Dari jumlah itu, 35 brand dinilai sudah siap melangkah ke pasar Asia Tenggara.
Hasil awal dari kampanye
Dari hasil awal program, 6 dari 8 brand peserta mencatat kenaikan GMV yang positif. Sejumlah brand bahkan membukukan pertumbuhan penjualan hingga dua sampai tiga digit hanya dalam beberapa hari.
Performa LIVE juga ikut terdorong signifikan dalam program tersebut. Penjualan melalui LIVE dilaporkan naik hingga 50 kali lipat, sementara jumlah penonton LIVE meningkat 20-90 persen dalam satu kampanye selama 12 hari.
Data awal ini menunjukkan bahwa discovery commerce tidak hanya memperbesar visibilitas produk. Model tersebut juga dapat mengubah atensi menjadi transaksi dengan lebih cepat ketika konten dan LIVE berjalan selaras dengan kebutuhan pasar.
Dukungan pemerintah dan pelaku usaha
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan RI, Fajarini Puntodewi, mengapresiasi inisiatif ini karena dinilai memperkuat ekosistem ekspor nasional. Ia melihat program tersebut sebagai pintu bagi UMKM Indonesia untuk masuk ke pasar global melalui sinergi yang lebih konkret dengan platform digital.
Fajarini menyebut #LokalMendunia sebagai contoh nyata kolaborasi strategis antara platform dan pelaku usaha. Menurutnya, kerja sama seperti ini dapat memperluas akses pasar ekspor bagi produk Indonesia tanpa mengabaikan kebutuhan pendampingan yang terukur.
Sejumlah brand lokal juga merasakan manfaat program ini di lapangan. NATUR by Gondowangi dan Amiralab termasuk di antaranya, dengan keduanya menilai akses pasar, insight, dan ekosistem social commerce membantu mereka membaca konsumen regional dengan lebih baik.
COO NATUR by Gondowangi, M. J. Fadloan Ashari, menilai dukungan tersebut penting bagi brand yang ingin memahami pasar lintas negara. Sementara itu, Founder Amiralab, Adam Muhammad Ghifar, melihat TikTok Shop by Tokopedia bukan sekadar tempat berjualan, melainkan ekosistem yang membuat produk lokal lebih dikenal lewat komunitas dan discovery commerce.
Dengan hasil awal yang menunjukkan pertumbuhan penjualan dan jangkauan LIVE yang meningkat, #LokalMendunia memperlihatkan arah baru bagi brand lokal Indonesia. Kombinasi konten, komunitas, data, dan kolaborasi lintas negara kini menjadi faktor penting untuk mendorong produk lokal naik kelas di pasar Asia Tenggara.
