Program Sosial Jateng Bawa Pancasila Turun Langsung Ke Kebutuhan Warga

Di Jawa Tengah, nilai Pancasila tidak dibiarkan berhenti sebagai slogan seremonial. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di bawah Gubernur Ahmad Luthfi mendorong nilai itu hadir dalam layanan yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan warga.

Arah kebijakan tersebut terlihat dari sejumlah program sosial dan pelayanan publik yang dijalankan Pemprov Jateng. Di antaranya Program Dokter Spesialis Keliling atau Speling, Kecamatan Berdaya, Pesantren Obah, Kartu Zilenial, dan program 1 KK 1 Rumah Layak Huni.

Pemprov Jateng juga memasukkan Mageri Segoro serta daycare untuk buruh ke dalam daftar kebijakan sosial daerah. Seluruh program itu menunjukkan bahwa semangat persatuan dan keberpihakan sosial diterjemahkan ke dalam langkah yang bisa dirasakan masyarakat.

Pesan tentang pentingnya Pancasila menguat saat peringatan Hari Lahir Pancasila, Senin (1/6). Pada momentum itu, Ahmad Luthfi menegaskan bahwa Pancasila perlu terus didengungkan karena berfungsi sebagai alat pemersatu bangsa di tengah berbagai persoalan sosial.

Luthfi menilai keberagaman suku, bahasa, ras, dan latar belakang sosial tidak seharusnya menjadi jarak di tengah masyarakat. Karena itu, Pancasila harus tetap menjadi landasan berpikir dan pegangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam pandangan Luthfi, apa pun suku, bangsa, bahasa, maupun ras, Pancasila tetap menjadi pengikat bersama bagi warga Jawa Tengah dan bangsa Indonesia. Penekanan ini memperlihatkan bahwa persatuan tidak cukup dijaga lewat seremoni, melainkan harus tampak dalam cara pemerintah melayani warga.

Penerjemahan nilai Pancasila ke dalam program nyata juga menegaskan perhatian pada kebutuhan dasar masyarakat. Speling menunjukkan fokus pada layanan kesehatan yang menjangkau warga, sedangkan program 1 KK 1 Rumah Layak Huni menyasar kebutuhan tempat tinggal keluarga.

Di sisi lain, daycare untuk buruh dan program sosial lain memperlihatkan perhatian pada persoalan keluarga serta pekerja. Pendekatan itu membuat nilai gotong royong, keadilan sosial, dan kebersamaan tidak berhenti pada ajakan moral, tetapi hadir dalam layanan yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Dengan cara tersebut, Pemprov Jateng berusaha menunjukkan bahwa roh Pancasila bisa dihidupkan lewat kerja nyata. Bagi warga, pesan itu tidak hanya hadir saat peringatan Hari Lahir Pancasila, tetapi juga tercermin dalam arah kebijakan yang menyentuh langsung kebutuhan mereka.

Source: radioidola.com

Berita Terkait