Progres Sekolah Rakyat Jabar II Tembus 65,24 Persen, Melampaui Rencana Awal 11,58 Persen

Pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Jawa Barat II di Cikarang, Kabupaten Bekasi, sudah bergerak jauh di atas rencana awal. Hingga 17 Mei 2026, progres fisiknya menembus 65,24 persen, melampaui target 53,66 persen atau unggul 11,58 persen dari yang dijadwalkan.

Capaian itu membuat proyek pendidikan yang masuk program prioritas Presiden ini mendapat perhatian langsung dari Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman. Saat meninjau lokasi pada Senin (18/5), Dudung menilai percepatan pekerjaan di lapangan menunjukkan hasil yang luar biasa.

Sekolah Rakyat Jabar II disiapkan sebagai fasilitas pendidikan yang menyasar masyarakat rentan. Program ini diarahkan untuk membuka akses pendidikan gratis dan berkualitas, sehingga pengawasannya turut menjadi fokus pemerintah pusat.

Dudung menegaskan bahwa Kantor Staf Presiden menjalankan fungsi pengawasan dan pengendalian agar program prioritas berjalan lancar. Menurut dia, Sekolah Rakyat menjadi salah satu bukti keseriusan Presiden dalam menjalankan program unggulan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

Di sisi lain, pembangunan fisik proyek tersebut juga menunjukkan kemajuan penting pada bagian struktur. Pekerjaan struktur bangunan telah mencapai 89,5 persen, sehingga tahap berikutnya tinggal berlanjut ke finishing arsitektur.

Setelah itu, pekerjaan masih mencakup Mechanical, Electrical and Plumbing atau MEP, serta penyediaan furnitur. Tahap-tahap tersebut menjadi penentu kesiapan bangunan sebelum dapat dimanfaatkan sesuai fungsinya.

Proyek yang dikerjakan PT Brantas Abipraya ini dirancang memiliki kapasitas sekitar 900 hingga 1.080 siswa. Total itu dibagi ke dalam 36 rombongan belajar untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.

Skema tersebut menunjukkan bahwa sekolah ini tidak hanya disiapkan untuk satu jenjang pendidikan. Dengan cakupan dari sekolah dasar hingga menengah atas, fasilitas ini diharapkan bisa melayani kebutuhan belajar yang lebih luas bagi masyarakat sasaran.

Untuk menjaga ritme pekerjaan, Brantas Abipraya terus mengoptimalkan mobilisasi tenaga kerja dan peralatan konstruksi di lapangan. Langkah itu ditempuh agar produktivitas tetap stabil dan laju pembangunan tidak melambat.

Dudung menyambut baik upaya percepatan tersebut saat peninjauan berlangsung. Dengan progres yang sudah melewati target awal, pembangunan Sekolah Rakyat Jabar II kini tinggal menuntaskan pekerjaan lanjutan sebelum fasilitas ini benar-benar siap mendukung pemerataan akses pendidikan.

Source: www.jpnn.com

Berita Terkait