Proton Tambah Pabrik EV Jadi 42 Ribu Unit Setahun, Indonesia Masih Menunggu Mobnas Sendiri

Author: Redaksi Android62

Permintaan pasar yang jauh lebih kuat dari perkiraan membuat Proton Malaysia bergerak cepat memperbesar fasilitas mobil listriknya di Tanjung Malim. Pabrik yang baru beroperasi sembilan bulan itu kini akan ditambah kapasitasnya dari 20 ribu menjadi 42 ribu unit per tahun.

Proton menggelontorkan investasi baru sebesar RM37 juta untuk ekspansi tersebut. Sebelumnya, fasilitas EV itu dibangun dengan dana awal RM82 juta dan mulai beroperasi pada September 2025.

Dorongan utama datang dari respons konsumen terhadap Proton eMas 5. Pada periode Januari hingga April 2026, model ini mencatat pengiriman 8.472 unit dan menjadi mobil listrik paling laris di Malaysia.

Kinerja elektrifikasi Proton secara keseluruhan juga ikut menguat. Dalam empat bulan pertama tahun ini, penjualan gabungan eMas 5, eMas 7, dan eMas 7 PHEV mencapai 11.617 unit.

Angka itu naik 329 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Lonjakan tersebut menunjukkan bahwa strategi elektrifikasi Proton mulai mendapat tempat besar di pasar domestik.

Wakil CEO Proton, Datuk Abdul Rashid Musa, mengatakan permintaan pelanggan sudah melampaui proyeksi awal perusahaan. Karena itu, rencana lokalisasi kapasitas produksi yang sebelumnya telah disiapkan dipercepat pelaksanaannya.

Ekspansi ini tidak hanya diarahkan untuk menaikkan volume produksi. Proton juga menempatkannya sebagai bagian dari pengembangan ekosistem EV Malaysia yang lebih luas.

Perusahaan menyebut perluasan aktivitas perakitan lokal akan membuka peluang pengembangan bakat, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat rantai pasok otomotif lokal. Dengan langkah itu, pabrik EV di Tanjung Malim bukan sekadar fasilitas produksi, melainkan bagian dari strategi industri yang lebih menyeluruh.

Situasi ini sekaligus menegaskan perbedaan dengan Indonesia, yang hingga kini belum memiliki mobil nasional yang benar-benar dikembangkan dan diproduksi di dalam negeri. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya baru menargetkan Indonesia punya mobil buatan anak bangsa dalam 2-3 tahun lagi.

Di Malaysia, Proton sudah lebih dulu memiliki merek nasional yang aktif di segmen EV, basis produksi yang berjalan, serta keputusan ekspansi ketika pasar menunjukkan penyerapan tinggi. Dari Tanjung Malim, langkah itu memperlihatkan bagaimana produksi, penjualan, perakitan lokal, dan penguatan rantai pasok berjalan dalam satu arah yang sama.

Source: oto.detik.com
Berita Terbaru