PSBS Biak Terjepit Di Dasar Klasemen, Persebaya Wajib Menang Demi Empat Besar

PSBS Biak datang ke Stadion Gelora Bung Tomo membawa status juru kunci, tetapi situasi itu justru membuat laga melawan Persebaya Surabaya tetap layak diwaspadai. Tim berjuluk Badai Pasifik belum menang sejak 25 Januari 2026 dan baru mengoleksi 18 poin, namun lawatan ke Surabaya sering memberi ruang bagi tim yang sedang mencari kebangkitan.

Bagi Persebaya, pertandingan pekan ke-31 Super League 2025/2026 ini jauh lebih penting dari sekadar laga kandang. Posisi mereka di peringkat kelima dengan 48 poin membuat jarak menuju empat besar hanya satu angka, sehingga satu hasil positif saja bisa langsung menjaga tekanan terhadap Malut United di posisi keempat.

Situasi itu membuat duel di GBT terasa seperti titik penentu dalam persaingan papan atas. Persebaya wajib menjaga konsentrasi karena setiap kehilangan angka di fase akhir musim dapat mengganggu peluang mereka untuk finis di empat besar.

Bekal yang dibawa tim asuhan Bernardo Tavares juga sedang cukup baik. Persebaya datang dengan dua kemenangan beruntun, modal yang membuat kepercayaan diri pemain meningkat menjelang laga penting di hadapan pendukung sendiri.

Namun, lawan yang berada di dasar klasemen tidak otomatis berarti lawan yang mudah. PSBS bisa saja tampil lebih lepas karena tidak lagi memikul beban besar, dan situasi seperti itu kerap membuat tim bawah klasemen lebih berbahaya dari yang terlihat di atas kertas.

Gelandang muda Persebaya, Toni Firmansyah, juga memahami ancaman tersebut. Ia menilai kekalahan PSBS dari Malut United pada pekan lalu bisa memantik dorongan kuat untuk bangkit saat menghadapi Persebaya.

“Mereka habis kalah lawan Malut United, pasti ada ambisi untuk bangkit di sini,” ujar Toni Firmansyah dikutip dari laman resmi Persebaya melalui kompas.tv.

Karena itu, fokus menjadi kata kunci bagi Persebaya sejak menit awal. Toni menegaskan timnya tidak boleh kehilangan kewaspadaan hanya karena bermain di kandang dan memiliki posisi klasemen yang lebih baik.

“Kami harus fokus, tidak boleh terlena,” ucap Toni Firmansyah.

Ia juga mengingatkan bahwa pertandingan semacam ini menuntut kerja keras selama 90 menit penuh. Menurutnya, Persebaya harus siap mengantisipasi kebangkitan PSBS dari awal hingga peluit akhir.

“Selama 90 menit harus kerja keras dan mengantisipasi kebangkitan mereka,” katanya.

Dari catatan pertemuan, Persebaya memang berada dalam posisi yang lebih nyaman. Dalam tiga duel terakhir melawan PSBS, Persebaya meraih dua kemenangan dan satu hasil imbang, termasuk hasil 0-0 pada pertemuan putaran pertama di Bantul.

Rekor itu memberi keuntungan psikologis, tetapi tidak cukup untuk menurunkan tensi pertandingan. PSBS tetap membawa kebutuhan besar untuk memutus tren buruk, sedangkan Persebaya harus memanfaatkan kesempatan ini sebelum menjalani laga kandang terakhir melawan Persik Kediri.

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer