PSG Bertahan Sampai Penalti, Arsenal Gagal Pertahankan Keunggulan di Final Liga Champions

PSG akhirnya mengangkat trofi Liga Champions 2026 setelah melewati laga final yang berjalan sampai adu penalti di Budapest. Tim asal Paris memastikan gelar lewat eksekusi yang lebih tenang, setelah pertandingan berakhir 1-1 hingga perpanjangan waktu.

Kemenangan ini terasa makin dramatis karena Arsenal sempat memimpin lebih dulu lewat gol Kai Havertz. Meski tertinggal, PSG tidak kehilangan kendali permainan dan terus mencari jalan untuk mengubah keadaan sampai akhirnya menyamakan skor.

Arsenal sempat unggul cepat

Gol Havertz datang kurang dari 10 menit setelah kick-off dan memberi Arsenal awal yang ideal. Keunggulan itu membuat The Gunners lebih disiplin di lini belakang dan berusaha menutup ruang yang biasa dimanfaatkan PSG untuk membangun serangan.

Situasi tersebut membuat PSG harus sabar menguasai bola. Mereka tetap menekan, meski banyak upaya awal belum menghasilkan peluang yang benar-benar bersih.

Di babak pertama, PSG mencatat penguasaan bola sampai 72 persen. Mereka juga mengirim 91 operan, jauh lebih banyak dibandingkan Arsenal yang hanya mencatat 31 operan.

Gol penalti mengubah arah laga

Perubahan penting terjadi pada menit ke-62 ketika PSG mendapat sepak pojok dari sisi kiri. Bola lalu masuk ke area penalti, dan Kvaratskhelia dilanggar Mosquera sehingga wasit menunjuk titik putih.

Ousmane Dembele maju sebagai eksekutor dan menuntaskan tugasnya dengan baik. Tembakannya ke sudut kiri bawah gawang tidak mampu dihentikan David Raya, sehingga skor kembali sama kuat 1-1 pada menit ke-65.

Gol itu langsung menghidupkan pertandingan dan membuat PSG tampil lebih percaya diri. Arsenal pun mulai mencari jawaban dengan melakukan perubahan pemain.

Mikel Arteta memasukkan Viktor Gyokeres dan Jurrien Timber untuk menambah tenaga timnya. Menjelang akhir waktu normal, Arsenal juga menurunkan Noni Madueke dan Gabriel Martinelli saat tensi laga semakin tinggi.

PSG terus menekan sampai menit akhir

Setelah menyamakan kedudukan, PSG justru terlihat makin berani menyerang. Kvaratskhelia beberapa kali mengancam dari sisi kiri, termasuk satu aksi individu yang memaksa Raya melakukan sentuhan penting sebelum bola membentur tiang gawang.

Bradley Barcola juga mendapat peluang berbahaya di menit-menit akhir. Namun penyelesaian akhirnya melenceng jauh, dan skor 1-1 tetap bertahan sampai 90 menit selesai.

Arsenal memang sempat menjaga struktur permainan dengan rapi. Meski begitu, tekanan PSG sepanjang laga membuat final ini tetap berjalan dalam tempo tinggi dan penuh ketegangan.

Perpanjangan waktu dan adu penalti

Babak extra time berlangsung sangat hati-hati dan tidak menghasilkan gol tambahan. Arsenal menghabiskan seluruh jatah pergantian pemain, sedangkan PSG masih menyimpan beberapa opsi di bangku cadangan.

Kedua tim sama-sama enggan mengambil risiko besar dalam laga final sebesar ini. Hingga 120 menit berakhir, kedudukan tetap imbang dan penentuan harus dibawa ke adu penalti.

PSG menang undian dan memilih menjadi penendang pertama. Ramos membuka rangkaian dengan sukses, lalu Gyokeres membalas untuk Arsenal, sebelum Doue dan Eze menjalankan giliran berikutnya dengan hasil berbeda.

Tendangan Mendez untuk PSG sempat gagal, tetapi Rice masih menjaga Arsenal tetap hidup dalam persaingan. Setelah itu Hakimi mencetak gol untuk PSG, dan Martinelli masih mampu menjawab tekanan.

Ketegangan memuncak ketika Beraldo sukses menambah angka bagi PSG. Arsenal gagal membalas pada kesempatan terakhir melalui Gabriel, dan momen itu memastikan PSG keluar sebagai juara Liga Champions 2026.

Bagi Arsenal, final ini meninggalkan rasa frustrasi karena mereka sempat unggul dan bertahan cukup rapi sepanjang pertandingan. Bagi PSG, gelar ini lahir dari ketenangan di momen paling menentukan saat laga besar harus diputuskan lewat adu penalti.

Source: bola.bisnis.com

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer