PSG Disebut Setara Monster Eropa, Kompany Akui Bayern Tersingkir Dengan Tipis

Vincent Kompany menilai Paris Saint-Germain tampil seperti kekuatan besar yang kini sangat sulit dihentikan di Eropa. Bahkan setelah Bayern Munchen tersingkir dari Liga Champions, pelatih asal Belgia itu tetap memberi pengakuan besar kepada lawannya yang disebutnya punya kualitas luar biasa.

Bayern harus mengakhiri perjalanan lebih cepat setelah hanya bermain imbang 1-1 melawan PSG dan kalah agregat 5-6. Hasil itu memang menyakitkan bagi tim asal Jerman tersebut, tetapi Kompany menilai laga itu tidak menunjukkan Bayern tampil buruk secara keseluruhan.

Menurut Kompany, Bayern justru memulai pertandingan dengan cukup baik. Timnya terlihat lebih dominan pada babak pertama dan beberapa kali bisa masuk ke area berbahaya, meski tetap kesulitan menghasilkan peluang bersih yang benar-benar mengancam gawang lawan.

Masalah utama Bayern ada pada rapatnya organisasi pertahanan PSG. Kompany melihat lawan mampu menutup ruang dengan efektif, sehingga tekanan Bayern sering patah sebelum berkembang menjadi ancaman yang lebih nyata.

PSG dianggap berada di level sangat tinggi

Di tengah kekecewaan karena gagal menembus final, Kompany tidak ragu melontarkan pujian besar untuk PSG. Ia menyebut klub asal Paris itu sebagai salah satu tim paling menonjol di Eropa dalam dua musim terakhir.

“Mereka mungkin tim terbaik di Eropa dalam dua tahun terakhir,” ucap Kompany. Pernyataan itu menegaskan bahwa ia melihat PSG bukan sekadar lawan tangguh, melainkan tim yang sudah berada di level elite.

Penilaian tersebut sejalan dengan jalannya pertandingan. Saat Bayern mencoba menaikkan intensitas serangan, PSG tetap mampu menjaga struktur permainan dengan disiplin dan tidak memberi banyak ruang bagi lawan untuk berkembang di lini depan.

Kalah tipis, Bayern tetap dipuji

Kompany juga menyoroti betapa sempitnya jarak antara Bayern dan tiket ke final. Ia menilai hasil itu sulit diterima karena kekalahan terjadi dengan selisih yang sangat tipis.

“Ini tentu sulit diterima. Kami kalah dengan selisih tipis,” ujar Kompany setelah laga, dikutip dari laman resmi klub. Kalimat itu menggambarkan bahwa Bayern sebenarnya berada sangat dekat dengan peluang melaju lebih jauh.

Meski gagal lolos, Kompany tetap melihat ada nilai penting dari perjuangan para pemainnya. Ia menilai timnya telah berusaha semaksimal mungkin sampai akhir pertandingan.

“Kami mencoba segalanya,” kata mantan kapten Manchester City tersebut. Ucapan itu menunjukkan bahwa Bayern tetap bertarung penuh, meski situasi pertandingan dan agregat sudah menempatkan mereka dalam tekanan besar.

Masih ada peluang untuk kembali bersaing

Bagi Kompany, kegagalan ini bukan akhir dari ambisi Bayern di panggung Eropa. Ia percaya akan ada kesempatan lain bagi timnya untuk kembali tampil di level tertinggi dan mencoba merebut final pada kesempatan berikutnya.

Ia menyebut pengalaman seperti ini bisa menjadi bahan bakar penting bagi Bayern. Dengan modal tersebut, Kompany melihat masih ada ruang untuk memperkuat ambisi tim pada laga-laga besar selanjutnya.

“Masih akan ada momen dan kesempatan lain. Itu menjadi motivasi besar bagi saya,” ujarnya. Dari sudut pandang Kompany, kekalahan dari PSG tetap menyimpan pelajaran penting untuk perjalanan Bayern ke depan.

Source: www.medcom.id

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer