PSIM Terancam Tampil Tanpa Lima Pilar, Persita Datang Saat Laskar Mataram Masih Mandek

Author: Redaksi Android62

PSIM Yogyakarta harus menjalani laga penting melawan Persita Tangerang tanpa kekuatan penuh. Lima pemain dipastikan absen, sehingga Laskar Mataram perlu menata ulang banyak aspek permainan saat tampil di Stadion Sultan Agung, Bantul.

Kondisi itu datang pada momen yang tidak ringan. PSIM sedang berusaha memutus rangkaian enam pertandingan tanpa kemenangan, sementara posisi mereka turun ke peringkat 10 dengan koleksi 39 poin.

Lima pemain absen, PSIM dipaksa berbenah

Masalah terbesar PSIM jelang duel ini ada pada kedalaman skuad. Tiga pemain tidak bisa tampil karena cedera, yaitu Rahmatsho Rahmatzoda, Anton Fase, dan Fahreza Sudin, sedangkan Ezequiel Vidal dan Riyatno Abiyoso menepi akibat akumulasi kartu kuning.

Situasi tersebut membuat opsi rotasi menyempit. Jean Paul Van Gastel harus menyusun ulang skema permainan agar tim tetap bisa menjaga keseimbangan meski sejumlah pilar utama tidak tersedia.

Van Gastel menyebut persiapan tim tetap berjalan baik meski kondisi skuad tidak lengkap. Ia menekankan bahwa absensi pemain berasal dari dua faktor berbeda, yakni cedera dan kartu kuning, yang sama-sama memengaruhi komposisi tim.

Kejar revans setelah kekalahan besar

Pertemuan dengan Persita juga menyimpan beban tersendiri bagi PSIM. Pada laga sebelumnya, Laskar Mataram tumbang 0-4, hasil yang masih membekas dan kini menjadi dorongan tambahan untuk tampil lebih baik di kandang.

Van Gastel menilai situasi yang dihadapi timnya saat ini memiliki kemiripan dengan putaran pertama. PSIM kembali berada dalam fase yang belum menghasilkan poin maksimal, sehingga laga ini terasa penting bukan hanya untuk perbaikan hasil, tetapi juga untuk memulihkan kepercayaan diri.

“Kita kalah di putaran pertama lalu. Di putaran kedua ini kita punya kondisi yang hampir sama. Kita belum bisa dapat poin maksimal,” ucap Van Gastel.

Motivasi tim disebut tetap terjaga

Meski hasil-hasil terbaru belum memihak, Van Gastel menolak anggapan bahwa para pemain kehilangan semangat. Ia menegaskan motivasi tim tetap ada dan fokus utama sekarang adalah memperbaiki detail kecil yang sering menentukan hasil pertandingan.

Pelatih asal Belanda itu juga menyinggung antisipasi bola mati sebagai salah satu area yang sudah menjadi perhatian. Menurut dia, PSIM tidak tampil buruk, tetapi ada aspek permainan yang belum berjalan maksimal sehingga hasil belum sesuai harapan.

“Kita sudah perbaiki, jadi bukan karena permainan yang buruk. Namun memang hasil yang tidak berpihak pada kita,” katanya.

Dukungan kandang tetap jadi modal

Bermain di Stadion Sultan Agung tetap memberi keuntungan tersendiri bagi PSIM. Dukungan publik Bantul bisa menjadi dorongan tambahan ketika tim berusaha menekan Persita dan mencari awal yang lebih meyakinkan dalam pertandingan.

Namun, dukungan suporter saja tidak akan cukup jika PSIM gagal menjaga disiplin permainan. Dengan lima absensi sekaligus, laga ini menuntut koordinasi yang lebih rapat, terutama saat bertahan dan saat memanfaatkan peluang yang muncul.

Bagi PSIM, pertandingan melawan Persita bukan hanya soal tiga poin. Laga ini juga menjadi kesempatan untuk menjawab tekanan, menghentikan tren negatif, dan membuktikan bahwa Laskar Mataram masih punya daya saing meski sedang diterpa masalah skuad.

Source: indoposco.id
Berita Terbaru