PSS Dapat Suntikan Rp267 Miliar Dari CDIA, Kendali Mayoritas Tetap Di Tangan PEPC

CDIA menambah investasi ke Petrosea Services Solutions Pte. Ltd. (PSS) dengan nilai US$15,50 juta atau sekitar Rp267 miliar. Setelah transaksi ini, porsi kepemilikan PT Chandra Daya Investasi Tbk. itu naik menjadi 49 persen, namun kendali mayoritas atas PSS tetap berada di tangan Petrosea Energi dan Infrastruktur Pte. Ltd. (PEPC) yang masih menggenggam 51 persen saham.

Tambahan modal tersebut membuat posisi CDIA di dalam struktur usaha Petrosea menjadi makin besar. Meski begitu, komposisi kepemilikan belum menggeser pengendali akhir perusahaan berbasis Singapura itu, sehingga arah utama PSS masih berada di bawah posisi mayoritas PEPC.

Dana untuk memperkuat operasional dan pengembangan

Corporate Secretary PT Petrosea Tbk., Anto Broto, menjelaskan bahwa penyertaan modal ini ditujukan untuk memperkuat struktur permodalan PSS. Dana tersebut juga disiapkan untuk mendukung kebutuhan bisnis jangka panjang agar operasional perusahaan lebih stabil.

Dalam keterbukaan informasi yang dikutip dari market.bisnis.com, Anto menyebut dana segar itu akan dipakai untuk modal kerja, peningkatan kapasitas operasional, dan rencana pengembangan usaha. Arah pengembangan tersebut mencakup pertumbuhan secara organik maupun anorganik, sehingga PSS memiliki ruang yang lebih luas untuk menjalankan agenda bisnis di bawah ekosistem Petrosea.

Perubahan struktur saham PSS

Aksi korporasi ini dilakukan melalui pengambilan 9.944.119 saham baru yang diterbitkan PSS. Setelah transaksi selesai, jumlah saham yang beredar di perusahaan tersebut naik dari 10.350.001 saham menjadi 20.294.120 saham.

Perubahan itu menunjukkan bahwa transaksi tidak hanya menambah modal, tetapi juga mengubah komposisi kepemilikan di tubuh PSS. Di satu sisi, CDIA memperbesar porsi investasinya, sementara di sisi lain pengendalian mayoritas tetap tidak berpindah dari PEPC.

Berdasarkan data dari Accounting and Corporate Regulatory Authority of Singapore (ACRA), PSS merupakan perusahaan holding yang terdaftar sejak 27 Mei 2025. Perusahaan ini berfokus pada pengelolaan investasi dan kepemilikan saham pada sejumlah entitas afiliasi di bawah grup.

Masuk kategori transaksi afiliasi

Manajemen PTRO menegaskan bahwa penyertaan modal ini termasuk transaksi afiliasi karena terdapat kesamaan pengendali akhir dan jajaran komisaris dalam struktur grup. Karena berada dalam lingkup kelompok usaha yang sama, transaksi ini dipandang sebagai aksi internal yang masih terhubung dalam satu kendali.

Perusahaan juga menyampaikan bahwa transaksi tersebut tidak memerlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham atau RUPS. Alasannya, penyertaan modal ini tidak memenuhi kriteria sebagai transaksi material dan juga tidak termasuk benturan kepentingan.

Posisi CDIA makin dekat ke struktur pengendalian

Dengan kepemilikan 49 persen, CDIA kini menjadi pemegang saham yang sangat besar di PSS. Namun, batas itu tetap belum melampaui porsi mayoritas PEPC, sehingga kendali strategis perusahaan masih berada pada pemegang saham pengendali.

Bagi PSS, modal tambahan senilai Rp267 miliar memberi ruang untuk kebutuhan modal kerja, penguatan kapasitas usaha, dan persiapan pengembangan bisnis. Bagi CDIA, langkah ini mempertegas perannya sebagai bagian penting dalam struktur investasi grup Petrosea tanpa mengubah peta kendali yang sudah ada.

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer