Persipura Jayapura harus menerima kenyataan pahit meski menutup fase grup dengan poin yang sama seperti PSS Sleman. Kemenangan 2-0 atas Persiku Kudus tidak cukup mengantar Mutiara Hitam merebut puncak Grup B karena mereka kalah head to head dari klub asal Sleman itu.
Situasi tersebut langsung membuat PSS berada di atas angin dalam perebutan tiket promosi. Dengan koleksi 56 poin dari 27 pertandingan, tim asuhan Ansyari Lubis tidak hanya lolos ke Liga 1, tetapi juga mengunci posisi teratas Grup B.
Kepastian itu datang lewat kemenangan meyakinkan 3-0 atas PSIS Semarang di Stadion Maguwoharjo. Hasil tersebut menegaskan bahwa PSS mampu menjaga performa hingga akhir fase grup dan kembali ke kasta tertinggi hanya dalam waktu satu tahun setelah turun kelas.
PSS membuka keunggulan melalui Gustavo Tocantins pada menit ke-34. Setelah itu, Junior Haqi memperbesar jarak pada menit ke-58 sebelum Arda Alfareza menutup pesta gol pada menit ke-87.
Tiga gol itu menunjukkan kontrol permainan yang rapi dari PSS sepanjang laga. Mereka menutup fase grup dengan catatan 15 kemenangan, delapan hasil imbang, dan tiga kekalahan.
Selain tiket promosi langsung, hasil ini juga membawa PSS melangkah ke grand final Liga 2. Mereka akan bersaing dengan Garudayaksa FC, yang lebih dulu menjadi pemuncak Grup A, untuk menentukan gelar juara umum.
Di sisi lain, Persipura sebenarnya punya modal yang sama kuat dari sisi angka. Mereka mengoleksi 56 poin setelah menang 2-0 atas Persiku Kudus melalui gol Wiliam Lugo dan penalti Jeam Kelly Sroyer.
Namun, poin identik tidak mengubah urutan klasemen karena aturan head to head tetap berpihak kepada PSS. Akibatnya, Persipura harus puas finis sebagai runner-up Grup B dan belum bisa memastikan promosi otomatis.
Nasib Persipura kini berlanjut ke jalur play off promosi. Mereka akan menghadapi runner-up Grup A, Adhyaksa, untuk memperebutkan satu slot tersisa ke Liga 1.
Persaingan di grup ini juga ditandai kemenangan besar Barito Putera atas Persipal Palu dengan skor 8-3. Meski hasil itu impresif, Barito Putera tetap finis di posisi ketiga Grup B dengan 53 poin dari 27 laga dan belum cukup untuk naik kasta.
Sementara itu, Persipal Palu sudah dipastikan terdegradasi ke Liga 3 pada musim mendatang. Di tengah berbagai hasil tersebut, PSS tampil sebagai tim paling konsisten dan pulang dengan dua capaian penting sekaligus, yakni promosi langsung dan tempat di partai perebutan gelar juara umum.







