Pulau Pahawang Hingga Menara Siger, MTBN 2026 Menutup Sumatera Dengan Pesona Lampung

Author: Redaksi Android62

Pulau Pahawang menjadi salah satu titik paling mencuri perhatian dalam etape ketiga Maxi Tour Boemi Nusantara (MTBN) 2026. Di kawasan bahari Pesawaran itu, rombongan tidak hanya menikmati kejernihan air dan taman bawah laut, tetapi juga mengikuti aksi penanaman bibit mangrove di pesisir pantai.

Perjalanan ke Lampung memang dirancang bukan sekadar untuk touring. Yamaha mengajak 28 anggota Journalist Max Community (JMC) menyusuri jalur lebih dari 400 kilometer dari Jakarta sambil memperkenalkan potensi wisata Lampung Selatan hingga Pesawaran kepada audiens yang lebih luas.

Rangkaian petualangan berlangsung pada 8–11 Mei 2026 dan menjadi bagian dari MTBN 2026 yang menempatkan Lampung sebagai sorotan utama. Selain menguji lini skutik premium Yamaha, agenda ini juga memadukan eksplorasi destinasi dengan aktivitas yang membawa pesan lingkungan.

Selepas menyeberang dari Merak ke Bakauheni, rombongan langsung menuju Menara Siger. Bangunan berwarna kuning keemasan itu dikenal sebagai simbol pintu masuk Pulau Sumatera dan menawarkan panorama Selat Sunda dari ketinggian.

Dari titik awal tersebut, perjalanan berlanjut ke beberapa lokasi ikonik di Lampung Selatan. Pantai Pasir Putih, Sabana Gunung Rajabasa, dan Dermaga Canti menjadi bagian dari susunan destinasi yang memperlihatkan ragam lanskap daerah itu dalam satu rangkaian.

Menjelang malam, rombongan bergerak ke Puncak Bukit Randu. Dari ketinggian itu, lampu Kota Bandar Lampung terlihat gemerlap dan menutup hari pertama eksplorasi dengan pemandangan kota dari atas.

Hari berikutnya, arah perjalanan bergeser ke Kabupaten Pesawaran untuk menjelajahi Pulau Pahawang. Selain Pulau Kelagian Besar dan Pulau Pahawang Besar, peserta juga singgah ke Taman Bawah Laut Nemo dan Cukuh Bedil yang dikenal dengan daya tarik baharinya.

Keindahan air yang jernih dan pesona bawah laut menjadi ciri yang paling kuat dari kawasan tersebut. Daya tarik itu sekaligus menunjukkan mengapa sisi bahari Lampung telah lama memiliki tempat khusus di kalangan wisatawan lokal maupun komunitas perjalanan.

Di sela aktivitas wisata, Yamaha bersama JMC menanam bibit mangrove di pesisir pantai. Langkah ini menjadi penanda keterlibatan komunitas Maxi Yamaha dalam menjaga kelestarian ekosistem bahari setempat.

Rangkaian MTBN di Lampung kemudian ditutup lewat community gathering di Sanggar Beach, Kalianda. Acara tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar, yang menyambut baik upaya Yamaha dalam mempromosikan wisata daerah.

Yagi Adisuseno, Business Head PT Lautan Teduh Interniaga Lampung, juga melihat sambutan masyarakat dan komunitas lokal berlangsung sangat antusias. Menurut dia, momentum ini tepat untuk menampilkan pesona Lampung kepada khalayak yang lebih luas.

Dengan berakhirnya etape Lampung, rangkaian petualangan MTBN di Pulau Sumatera ikut selesai. Yamaha selanjutnya bersiap melanjutkan eksplorasi ke Pulau Jawa sambil membawa semangat “Boemi Nusantara” ke destinasi berikutnya.

Source: www.zigwheels.co.id
Berita Terbaru