Riset tentang pulau pohon di perkebunan kelapa sawit mengantarkan tim yang melibatkan dosen Universitas Jambi, Dr. Forst. Bambang Irawan, menjadi National Champion Germany dalam Frontiers Planet Prize 2026. Predikat tersebut membawa tim penulis ke tahap seleksi global untuk menentukan tiga International Champions.
Pencapaian ini menonjol karena penelitian yang berangkat dari lanskap Indonesia dinilai menawarkan pendekatan berbasis sains bagi persoalan keanekaragaman hayati. Tim tersebut mengusulkan keberadaan pulau-pulau pohon yang lebih beragam dan lebih luas di tengah kawasan sawit.
Jika menjadi International Champions, setiap tim terpilih akan memperoleh pendanaan riset sebesar 1 juta dolar AS. Dana tersebut dapat digunakan untuk mengembangkan penelitian lanjutan serta menerapkan solusi ilmiah di lapangan.
| Tahapan | Hasil | Dukungan |
|---|---|---|
| Frontiers Planet Prize 2026 | Tim Bambang Irawan menjadi National Champion Germany | Melaju ke seleksi global |
| Seleksi global | Juara nasional dari berbagai negara | Memilih 3 International Champions |
| International Champions | 3 tim terpilih | Masing-masing menerima 1 juta dolar AS |
Menjaga pohon asli di tengah sawit
Gagasan utama penelitian ini adalah mempertahankan dan memperkaya kumpulan pohon pada bagian-bagian tertentu di dalam lanskap perkebunan. Pulau pohon yang memiliki area lebih besar serta jenis pohon lebih beragam terbukti dapat meningkatkan keragaman pohon asli.
Temuan itu dituangkan dalam artikel ilmiah berjudul “Diverse and Larger Tree Islands Promote Native Tree Diversity in Oil Palm Landscapes”. Studi tersebut merupakan hasil kolaborasi riset internasional yang menaruh perhatian pada pemulihan ekosistem di kawasan perkebunan kelapa sawit.
Pendekatan ini tidak memosisikan pohon asli sekadar sebagai elemen penghijauan. Tim peneliti melihatnya sebagai bagian dari pengelolaan lanskap yang menghubungkan pemulihan ekosistem, konservasi, dan keberlanjutan ekonomi perkebunan.
Dengan demikian, perlindungan keanekaragaman hayati tidak dipisahkan dari fungsi produksi kawasan sawit. Rekomendasi yang dihasilkan diarahkan pada pengelolaan perkebunan yang lebih ramah lingkungan tanpa mengabaikan fungsi ekonomi yang berjalan di dalamnya.
Peran Bambang Irawan
Bambang Irawan berperan dalam pengembangan dan penyebarluasan hasil penelitian tersebut. Keterlibatan dosen Fakultas Pertanian Unja ini memperkuat kontribusi riset dari Indonesia dalam pembahasan pengelolaan sawit berkelanjutan.
Menurut informasi yang dikutip Kompas.com dari situs Unja, penghargaan ini menunjukkan bahwa riset yang bersumber dari lanskap Indonesia dapat memperoleh pengakuan di komunitas sains global. Kajian tersebut dinilai berkontribusi pada pelestarian keanekaragaman hayati dan pembangunan berkelanjutan di kawasan perkebunan.
“Capaian ini adalah bukti bahwa riset yang bersumber dari lanskap Indonesia memiliki dampak nyata dan diakui oleh komunitas sains global. Kami berharap formula ‘pulau pohon’ ini bisa menjadi standar baru pengelolaan sawit yang ramah lingkungan,” kata Bambang Irawan.
Peluang menuju tingkat internasional
Frontiers Planet Prize merupakan penghargaan ilmiah global yang menilai penelitian terobosan dengan solusi berbasis sains untuk berbagai tantangan planet. Perhatian ajang ini mencakup perubahan iklim, kehilangan keanekaragaman hayati, dan keberlanjutan lingkungan.
Seleksi berikutnya akan mempertemukan para juara nasional dari sejumlah negara. Bagi riset pulau pohon, tahap itu membuka peluang memperluas pengembangan solusi untuk meningkatkan keragaman pohon asli di lanskap sawit.
