Purbaya Tambah Dana Himbara Jadi Rp400 Triliun, Likuiditas Perbankan Dikejar Longgar Lagi

Author: Redaksi Android62

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah akan menambah penempatan dana di bank-bank pelat merah atau Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) hingga total Rp400 triliun. Kebijakan itu diambil setelah para direktur utama Himbara menyampaikan bahwa likuiditas perbankan mulai menipis.

Purbaya menilai kondisi tersebut perlu segera dibalik agar sistem perbankan kembali longgar. Menurut dia, bila likuiditas dibiarkan ketat, penyaluran kredit bisa ikut tertahan dan aktivitas ekonomi berisiko melambat.

Kas negara masih memberi ruang

Pemerintah menilai langkah penambahan dana itu masih aman dilakukan karena kas negara yang mengendap di Bank Indonesia mencapai Rp590 triliun. Dengan ruang fiskal tersebut, Kementerian Keuangan merasa masih punya keleluasaan untuk mengalirkan dana ke sistem perbankan.

Purbaya juga menyinggung bahwa pemerintah sempat menarik dana simpanan di Himbara sekitar Rp100 triliun beberapa pekan sebelumnya atas permintaan sejumlah pihak. Namun, langkah itu justru membuat likuiditas perbankan semakin seret.

“Rupanya jadi kering dan tidak ada sumber uang lagi [di perbankan]. Jadi saya kembalikan lagi,” ujarnya di Kantor Kemenkeu, Jakarta.

Penempatan dana dilakukan bertahap

Ia menyebut sisa dana pemerintah di bank-bank Himbara saat ini berada di kisaran Rp170 triliun. Dari posisi itu, Kementerian Keuangan akan menambah Rp30 triliun pada tahap awal.

Setelah itu, pemerintah menyiapkan penempatan dana lagi sebesar Rp100 triliun untuk tenor 3—4 bulan. Ada pula tambahan Rp70 triliun hingga Rp100 triliun dengan tenor fleksibel yang bisa ditarik atau dimasukkan kapan pun.

Purbaya menegaskan total penempatan dana akan mencapai Rp400 triliun. Komposisinya terdiri dari Rp200 triliun jangka panjang, Rp100 triliun jangka menengah, dan Rp100 triliun fleksibel hingga akhir tahun.

Dampak yang diharapkan ke ekonomi dan rupiah

Purbaya menempatkan kebijakan ini sebagai instrumen penting untuk menjaga stabilitas makroekonomi. Ia menilai likuiditas yang ketat dapat memunculkan kekhawatiran perlambatan ekonomi dan meningkatkan risiko capital outflow.

Menurut dia, kondisi itu pada akhirnya bisa menekan rupiah. Sebaliknya, ketika perbankan kembali dibanjiri likuiditas, suku bunga pasar diharapkan turun dan kredit mengalir lebih cepat.

“Kalau kita balik, kan prospek ekonomi balik lagi. Orang cenderung investasi di negara yang ekonominya akan lari. Akibatnya rupiah akan menguat lagi,” kata Purbaya.

Ia menambahkan kebijakan tersebut juga sejalan dengan arahan Presiden agar ekonomi bergerak dan berbagai hambatan bisa dihilangkan.

Respons Himbara dan pembagian dana

Rencana penambahan dana itu disebut langsung disambut positif oleh jajaran direksi lima bank Himbara, yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk.

Purbaya belum merinci porsi masing-masing bank penerima dana. Namun, ia menyebut Mandiri, BRI, dan BNI akan menerima jumlah yang sama, sementara BSI dan BTN akan mendapat porsi lebih kecil.

Source: finansial.bisnis.com
Berita Terbaru