Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok di banyak kota besar, sejumlah daerah di Indonesia masih menawarkan biaya hidup yang relatif ringan. Bagi perantau, pekerja remote, mahasiswa, hingga pelaku usaha kecil, pilihan kota seperti ini menjadi alasan untuk menekan pengeluaran tanpa harus kehilangan kenyamanan hidup harian.
Purwokerto menonjol sebagai kota kecil yang paling ekonomis
Purwokerto dikenal sebagai kota kecil dengan biaya hidup yang sangat terjangkau. Harga kos dan makanan yang murah membuat kota ini sering dipilih mahasiswa maupun pekerja yang ingin menjaga pengeluaran tetap rendah.
Ritme hidup yang tenang juga menjadi nilai tambah bagi pekerja remote dan freelancer. Dengan suasana yang tidak terlalu padat, Purwokerto memberi ruang untuk bekerja jarak jauh dengan biaya harian yang lebih ringan.
Solo dan Yogyakarta tetap kuat sebagai tujuan perantau
Solo atau Surakarta masih dikenal sebagai salah satu kota dengan biaya hidup paling murah di Indonesia. Harga makanan, transportasi, dan sewa tempat tinggal di kota ini relatif terjangkau, dengan rata-rata biaya hidup bulanan untuk satu orang berkisar Rp2–3 juta tergantung gaya hidup.
Kombinasi biaya yang rendah dan suasana yang nyaman membuat Solo menarik bagi pekerja remote dan pelaku usaha kecil. Kota ini memberi ruang untuk menekan biaya tanpa kehilangan akses pada aktivitas harian yang memadai.
Yogyakarta juga terus menjadi favorit mahasiswa dan perantau karena biaya hidupnya relatif murah. Harga kos, makanan, dan transportasi masih ramah di kantong, sementara fasilitas publik dan komunitas kreatifnya mendukung pekerjaan digital maupun freelance.
Malang dan Semarang menawarkan keseimbangan biaya dan kenyamanan
Malang menjadi alternatif kota murah selain Surabaya. Biaya hidup di kota ini terjangkau, suasananya nyaman, dan kepadatan penduduknya tidak setinggi kota besar lain di Jawa Timur.
Harga makanan dan sewa tempat tinggal di Malang juga masih lebih rendah dibandingkan dengan kota besar lainnya di provinsi itu. Karena itu, kota ini sering dipilih oleh pekerja freelance online yang ingin bekerja dari lokasi dengan beban biaya lebih ringan.
Semarang masuk kelompok kota besar yang biaya hidupnya masih relatif terjangkau. Infrastruktur yang baik dan peluang kerja yang cukup banyak membuat kota ini menarik bagi perantau yang mencari keseimbangan antara akses perkotaan dan pengeluaran yang tidak terlalu tinggi.
Biaya makan dan transportasi di Semarang juga masih cukup ramah untuk pekerja dengan gaji entry level. Faktor ini membuat Semarang relevan bagi mereka yang baru memulai karier dan membutuhkan kota dengan biaya hidup yang lebih terkendali.
Daftar kota murah ini menunjukkan pilihan yang masih masuk akal pada 2026
Lima kota yang sering masuk daftar terjangkau pada 2026 adalah Solo, Yogyakarta, Malang, Semarang, dan Purwokerto. Masing-masing punya karakter berbeda, tetapi sama-sama dikenal menawarkan ongkos harian yang masih ramah di kantong.
| Kota | Keunggulan utama | Gambaran biaya hidup |
|---|---|---|
| Solo | Murah, nyaman, cocok untuk pekerja remote dan usaha kecil | Rp2–3 juta per bulan untuk satu orang, tergantung gaya hidup |
| Yogyakarta | Favorit mahasiswa, perantau, dan pekerja digital | Biaya kos, makanan, dan transportasi relatif murah |
| Malang | Alternatif kota murah dengan suasana nyaman | Harga makanan dan sewa lebih rendah dibanding kota besar lain di Jawa Timur |
| Semarang | Infrastruktur baik dan peluang kerja cukup banyak | Biaya makan dan transportasi masih ramah untuk gaji entry level |
| Purwokerto | Kota kecil yang tenang dan ekonomis | Harga kos dan makanan sangat terjangkau |
Daftar tersebut menunjukkan bahwa pilihan tempat tinggal di Indonesia tidak selalu bergantung pada kota besar. Bagi banyak orang, biaya hidup yang rendah tetap menjadi pertimbangan utama saat memilih tempat untuk menetap, bekerja, atau membangun usaha.







