Putri Kusuma Wardani membuka jalan bagi Indonesia dengan kemenangan penting atas Taiwan pada fase grup Uber Cup 2026 di Forum Horsens, Denmark. Tunggal putri andalan Merah Putih itu menundukkan Chiu Pin-Chian lewat dua gim langsung, 21-17, 21-17, dan langsung memberi angka pertama untuk tim Indonesia di laga pembuka.
Hasil tersebut menjadi modal awal yang berarti karena Putri turun sebagai tunggal pertama, posisi yang kerap menentukan ritme pertandingan beregu. Dalam situasi seperti itu, kemenangan di partai awal tidak hanya menambah poin, tetapi juga memberi dorongan mental bagi skuad yang masih menunggu giliran tampil.
Tekanan partai pembuka
Putri mengakui ada beban tersendiri saat dipercaya tampil di urutan pertama. Meski begitu, ia tetap mensyukuri kondisi tubuhnya yang fit sehingga bisa bermain tanpa gangguan cedera dan menyelesaikan tugas dengan kontribusi nyata untuk Indonesia.
Kemenangan ini juga mempertegas dominasinya atas Chiu Pin-Chian. Rekor pertemuan keduanya kini menjadi 5-1 untuk Putri, sebuah angka yang menunjukkan konsistensinya saat kembali berhadapan dengan lawan yang sama.
Taiwan sempat mengubah pola
Walau menang dalam dua gim, Putri tidak mendapat pertandingan yang mudah dari awal sampai akhir. Menjelang penutupan gim pertama dan kedua, Chiu mencoba mengubah tempo permainan dengan lebih sering melambungkan bola ke area belakang.
Perubahan itu sempat membuat Putri tidak nyaman karena ritme pertandingan bergeser dari pola yang sebelumnya lebih terbuka. Ia bahkan merasakan momen kebingungan saat lawan mulai memainkan bola-bola tinggi pada fase krusial.
Untuk meredam situasi tersebut, Putri memilih menyesuaikan permainan dengan memperpanjang reli. Langkah itu membuatnya kembali menguasai jalannya pertandingan hingga akhirnya memastikan kemenangan straight game.
Dukungan tim ikut menjaga fokus
Selain faktor teknis, suasana di sisi lapangan juga memberi pengaruh besar bagi Putri. Kehadiran rekan-rekan setim membantunya tetap tenang dan lebih lepas meski tekanan sebagai pembuka tetap terasa.
Ia menilai pertandingan beregu memang punya daya tarik tersendiri karena dimainkan bersama-sama. Namun, justru karena adanya tanggung jawab di partai awal, dukungan dari tim menjadi penting untuk menjaga fokus dan kestabilan permainan.
Awal yang sempat memberi keunggulan
Kemenangan Putri sempat membuat Indonesia unggul 1-0 atas Taiwan. Situasi itu memberi pijakan awal yang positif bagi skuad Merah Putih untuk menghadapi persaingan di fase grup.
Meski demikian, keunggulan tersebut belum bertahan lama karena partai kedua membuat kedudukan kembali imbang 1-1. Kondisi itu memperlihatkan betapa ketatnya duel Indonesia kontra Taiwan, sehingga setiap partai memiliki bobot besar dalam menentukan arah pertandingan.
Bagi Indonesia, hasil dari Putri tetap bernilai strategis karena datang pada momen pembuka dan memberi napas awal bagi tim. Di tengah laga yang berlangsung ketat, performa stabil tunggal putri utama Indonesia menjadi fondasi penting untuk melanjutkan persaingan di Forum Horsens.







