Putri KW Tumbang setelah Akane Yamaguchi Ubah Tempo, Gim Ketiga Jadi Titik Rapuh

Author: Redaksi Android62

Putri Kusuma Wardani gagal melaju ke final Japan Open 2026 setelah kalah 21-9, 16-21, 14-21 dari Akane Yamaguchi di semifinal. Kekalahan tiga gim di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Sabtu, 18 Juli, terjadi setelah Putri kehilangan kendali pada fase akhir gim kedua.

Perubahan ritme permainan Yamaguchi menjadi pembeda utama dalam duel tersebut. Saat skor gim kedua sama kuat 16-16, pemain Jepang itu memperlambat tempo dan memperbanyak variasi pukulan depan.

Perubahan Tempo Menggeser Momentum

Putri semula tampil dominan pada gim pembuka dengan kemenangan telak 21-9. Ia mampu menjaga tekanan, meladeni reli panjang, serta membatasi ruang permainan lawannya.

Namun, Yamaguchi menemukan cara keluar dari tekanan pada gim berikutnya. Berdasarkan rilis Tim Media dan Humas PBSI, Putri mengakui perubahan permainan tersebut membuatnya beberapa kali terlambat merespons.

“Di poin 16-16 itu Akane membuat banyak sekali spekulasi pukulan depannya dan memperlambat tempo. Itu membuat saya beberapa kali kaget,” ujar Putri.

Fase Skor Gambaran Pertandingan
Gim pertama 21-9 Putri mengendalikan permainan
Gim kedua 16-21 Yamaguchi mengubah tempo pada 16-16
Gim ketiga 14-21 Kesalahan Putri membuka keunggulan lawan

Putri menilai peluang untuk memenangi laga sebenarnya masih terbuka sebelum gim kedua berakhir. Akan tetapi, ia tidak mampu terus menempel perolehan angka Yamaguchi ketika momentum mulai beralih.

“Hari ini cukup melelahkan, pertandingan yang menguras semua tenaga, fisik dan mental. Sejujurnya saya merasa punya peluang menang tadi, tetapi sayang di gim kedua saya tidak bisa terus memepet dia menjelang akhir,” kata Putri.

Kesalahan di Sisi Kiri pada Gim Penentu

Masuk ke gim ketiga, Putri berupaya kembali mengambil inisiatif serangan. Upaya itu tidak berjalan mulus karena beberapa pukulan ke sisi kiri pertahanan Yamaguchi justru menghasilkan kesalahan beruntun.

Kesalahan pada area serupa memberi Yamaguchi ruang untuk membangun jarak angka. Pemain tuan rumah lalu mengandalkan pertahanan rapat dan kesabaran dalam reli untuk mempertahankan keunggulan.

“Di gim ketiga, saya melakukan kesalahan beruntun di titik yang sama, sebelah kiri pertahanan Akane. Itu cukup berpengaruh akhirnya ke sisa jalannya pertandingan,” tutur Putri.

Rekor Pertemuan dan Modal dari Perempat Final

Hasil semifinal ini membuat Putri masih belum mampu menghentikan dominasi Yamaguchi dalam catatan pertemuan. Yamaguchi kini telah memenangi delapan duel melawan pebulu tangkis Indonesia tersebut.

Meski demikian, perjalanan Putri di Tokyo juga menghadirkan pencapaian penting. Ia menaklukkan Wang Zhi Yi pada perempat final dengan skor 9-21, 21-17, 21-4 setelah sebelumnya kalah dalam tujuh pertemuan.

Kemenangan atas unggulan kedua asal Tiongkok itu menunjukkan kemampuan Putri membalikkan keadaan dalam pertandingan besar. Sebelum menghadapi Wang, ia juga melewati Beiwen Zhang dan Huang Yu Hsun dalam dua gim langsung.

Daya Tahan Menjadi Bahan Evaluasi

Putri menyebut hasil di Japan Open 2026 sebagai perkembangan setelah menjalani persiapan sekitar satu bulan. Persiapan itu dilakukan menyusul hasil yang belum memuaskan pada Indonesia Open 2026.

Japan Open berlangsung pada 14-19 Juli di Tokyo sebagai turnamen BWF World Tour Super 750 dengan total hadiah USD950 ribu. Putri menilai konsistensi fisik masih perlu diperkuat agar akurasi pukulan tetap terjaga dalam pertandingan panjang.

“Untuk evaluasi, saya masih harus lebih meningkatkan daya tahan lagi,” tutup Putri. Kemenangan atas Wang Zhi Yi serta perlawanan tiga gim melawan Akane Yamaguchi menjadi modal bagi agenda internasional berikutnya.

Source: www.medcom.id
Berita Terbaru